BRIN dan WIKA Perkuat Riset Teknologi untuk Industri Konstruksi
JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperluas kerja sama riset untuk menghasilkan teknologi konstruksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk pengembangan beton berkelanjutan, rumah beton pracetak, konstruksi perkeretaapian, tanggul laut, hingga Small Modular Reactor (SMR) nuklir.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi pada Industri Konstruksi dalam Mendukung Transformasi Pembangunan Berkelanjutan” di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Selasa (18/08/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk membawa hasil penelitian dari tahap pengembangan menuju penerapan di industri. BRIN akan memperkuat sisi penelitian dan inovasi, sedangkan WIKA Group membawa pengalaman serta kebutuhan nyata dari sektor konstruksi sebagai dasar pengembangan teknologi.
Direktur Utama (Dirut) WIKA I Ketut Pasek Senjaya mengatakan sinergi tersebut penting untuk memperkuat kemampuan riset sekaligus memastikan teknologi yang dikembangkan dapat digunakan secara nyata dalam kegiatan konstruksi.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya WIKA Group untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi dengan mempertemukan kemampuan BRIN di bidang penelitian dengan pengalaman serta kebutuhan industri yang dimiliki WIKA Group. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada riset, tetapi dapat menghasilkan teknologi yang aplikatif dan dapat dihilirisasi, termasuk alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung penerapan ESG dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Pasek Senjaya, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (18/08/2026).
Dalam Nota Kesepahaman tersebut, kedua pihak akan berkolaborasi dalam berbagai tahapan, mulai dari penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, hingga penciptaan invensi dan inovasi teknologi konstruksi. Pelaksanaan program juga dapat melibatkan entitas di lingkungan WIKA Group sesuai kompetensi dan kebutuhan masing-masing.
Salah satu fokus kerja sama adalah teknologi rumah beton pracetak. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan metode konstruksi yang dapat meningkatkan efisiensi proses pembangunan sekaligus mengoptimalkan penggunaan material.
BRIN dan WIKA juga akan mengembangkan teknologi beton dan sistem konstruksi untuk perkeretaapian. Pengembangan lainnya mencakup teknologi beton untuk konstruksi tanggul laut yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan infrastruktur di wilayah pesisir.
Bidang lain yang masuk dalam agenda riset adalah teknologi konstruksi Small Modular Reactor (SMR) nuklir. Selain itu, kedua pihak akan mengembangkan teknologi beton yang memiliki dampak lingkungan lebih rendah sebagai alternatif untuk mendukung transformasi industri konstruksi.
Pengembangan teknologi ramah lingkungan tersebut berkaitan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan usaha WIKA Group. Riset diarahkan untuk menemukan alternatif material, metode, dan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penciptaan teknologi baru. BRIN dan WIKA juga membuka ruang untuk pemanfaatan sarana dan prasarana, pendayagunaan personel serta tenaga ahli, pertukaran data dan informasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan cakupan tersebut, hasil riset diharapkan tidak berhenti sebagai temuan penelitian, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai tambah bagi industri konstruksi. Langkah itu sekaligus diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan saat ini dan tantangan pembangunan berkelanjutan pada masa mendatang. []
Redaksi01
