Brooklyn Alam Sutera Jadi Contoh Sukses Pengelolaan Apartemen Berbasis Komunitas
TANGERANG – Pengelolaan hunian vertikal berbasis partisipasi penghuni menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan serta stabilitas nilai investasi properti, sebagaimana tercermin dari pengelolaan Apartemen Brooklyn Alam Sutera yang berada di bawah naungan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Brooklyn Alam Sutera di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (28/05/2026). Model tata kelola ini dinilai berhasil membangun kepuasan penghuni secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pengurus, pemilik unit, dan manajemen profesional.
Apartemen Brooklyn Alam Sutera merupakan proyek milik PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang dikembangkan bersama PT Waskita Karya Tbk, dengan konsep apartemen, perkantoran, dan small office home office (SOHO) yang mulai dibangun pada 2013 dan rampung pada 2016. Dalam perkembangan operasionalnya, hunian tersebut kini dikelola langsung oleh P3SRS dengan dukungan perusahaan manajemen properti Able & Trust untuk memastikan standar layanan tetap terjaga.
Hasil evaluasi dalam Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) P3SRS Apartemen Brooklyn Alam Sutera yang digelar pekan lalu menunjukkan tingkat kepuasan penghuni mendekati 100 persen terhadap layanan pengelolaan, mulai dari fasilitas umum, infrastruktur, hingga layanan purnajual. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola berbasis komunitas mampu meningkatkan kualitas hunian sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.
Ketua P3SRS Apartemen Brooklyn Alam Sutera, Johanes L. Andayaprana, mengatakan bahwa pengelolaan hunian tidak hanya berfokus pada operasional gedung, tetapi juga pada aspek kepercayaan antara pengelola dan penghuni. “Kami memahami bahwa pengelolaan apartemen bukan hanya sekadar menjaga operasional gedung, tetapi juga menjaga kepercayaan seluruh pemilik dan penghuni. Karena itu, setiap keputusan dan kebijakan yang diambil harus selalu berorientasi pada kepentingan bersama demi menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujar Johanes sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis, (28/05/2026).
Selama tiga tahun terakhir, pola pengelolaan berbasis kolaborasi tersebut diperkuat dengan prinsip komunikasi terbuka antara P3SRS, penghuni, dan manajemen properti. Pendekatan ini turut membentuk lingkungan hunian yang lebih tertata sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di dalam komunitas apartemen.
Konsep “Aman, Nyaman, Guyub” yang diusung pengelola juga menjadi identitas sosial yang memperkuat interaksi antarwarga. Nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam pengelolaan fasilitas, tetapi juga dalam aktivitas komunitas yang mendorong keterlibatan penghuni secara aktif.
Keberhasilan pengelolaan Apartemen Brooklyn Alam Sutera turut menarik perhatian Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung yang menjadikannya sebagai studi percontohan tata kelola hunian vertikal berbasis sinergi antara penghuni, P3SRS, dan manajemen profesional. Model ini dinilai relevan untuk direplikasi pada kawasan hunian vertikal lainnya di Indonesia.
Konsultan Property Management Apartemen Brooklyn Alam Sutera, Setianto Endropranoto, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan tidak dapat dicapai secara individual. “Kunci utama keberhasilan pengelolaan apartemen adalah sinergi. Ketika penghuni, pemilik, P3SRS, dan manajemen properti dapat berjalan bersama dengan komunikasi yang sehat dan tujuan yang sama, maka lingkungan hunian yang berkualitas akan tercipta dengan sendirinya,” jelas Setianto.
Dengan pola pengelolaan berbasis kolaborasi tersebut, Apartemen Brooklyn Alam Sutera dinilai berhasil menjadi contoh hunian vertikal yang tidak hanya berorientasi pada fungsi tempat tinggal, tetapi juga pada pembentukan komunitas yang solid, transparan, dan berkelanjutan. []
Penulis: Istihanah | Penyunting: Redaksi01
