BTN Perluas Bisnis di Padang, Bidik Layanan Publik hingga UMKM
PADANG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, dari pembiayaan perumahan ke sejumlah sektor layanan publik. Kolaborasi tersebut mencakup pengelolaan keuangan daerah, digitalisasi transaksi pemerintah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelayanan kesehatan, serta penyediaan akses hunian bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kesepakatan tersebut diteken BTN dan Pemkot Padang di Balai Kota Padang, Senin (10/08/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi BTN memperluas bisnis di luar pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui konsep Beyond Mortgage.
Direktur Utama (Dirut) BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perseroan ingin memanfaatkan kompetensi yang selama ini dimiliki di sektor perumahan untuk mendukung kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat secara lebih luas. Strategi tersebut juga disebut sejalan dengan arah transformasi Danantara.
“Kami ingin bergerak lebih luas. Bukan hanya sebagai bank penyedia pembiayaan rumah, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” kata Nixon dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama BTN dengan Pemerintah Kota Padang di Balai Kota Padang, Senin (10/08/2026).
Sebagaimana diberitakan Swa, Senin (10/08/2026), perluasan kerja sama tersebut didukung posisi Padang sebagai ibu kota Sumatera Barat sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa, pendidikan, pariwisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai sektor tersebut dinilai membutuhkan dukungan layanan keuangan dan perbankan yang semakin terintegrasi.
Dari sisi pembiayaan perumahan, BTN telah memiliki pijakan kuat di Padang. Pangsa pasar KPR BTN di kota tersebut mencapai sekitar 44 persen. Perseroan juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengembang properti (developer) yang menyediakan berbagai pilihan hunian bagi masyarakat.
Capaian itu akan menjadi modal bagi BTN untuk memperluas kolaborasi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi ASN. BTN akan menghubungkan kebutuhan hunian ASN dengan ketersediaan rumah dari pengembang mitra serta dukungan pembiayaan.
Namun, Nixon menegaskan pendekatan tersebut tidak semata-mata diarahkan agar ASN mengambil KPR. BTN juga akan memberikan edukasi mengenai perencanaan kepemilikan rumah, termasuk menentukan pilihan hunian, menyesuaikan kemampuan pembiayaan, memahami skema pembiayaan, serta merencanakan kepemilikan rumah sesuai kondisi masing-masing.
“Kepemilikan rumah merupakan bagian penting dari kesejahteraan ASN. Rumah bukan hanya aset. Tetapi tempat keluarga tumbuh, anak-anak belajar, dan keluarga membangun masa depan,” ujarnya.
Selain perumahan ASN, BTN membuka peluang kerja sama dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Padang untuk mendukung pengelolaan rekening kas umum daerah (RKUD), layanan perbankan, serta transaksi pemerintahan yang lebih efektif dan berbasis digital.
Kolaborasi juga diarahkan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman melalui pengelolaan serta pengembangan hunian dan rumah susun. BTN akan menyediakan solusi layanan perbankan dengan melibatkan pengembang untuk memperluas pilihan hunian masyarakat.
Di sektor UMKM, perseroan berencana memperluas akses pembiayaan, layanan transaksi, dan digitalisasi. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan akses terhadap layanan perbankan, tetapi juga membantu pelaku usaha memperbesar skala bisnis.
“Langkah tersebut diharapkan mendorong pelaku UMKM tumbuh dan naik kelas,” ungkapnya.
Sektor kesehatan juga masuk dalam cakupan kerja sama. Bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin, BTN membuka peluang digitalisasi penerimaan rumah sakit dan pengembangan kanal pembayaran. Kerja sama itu juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi serta memodernisasi pengelolaan keuangan rumah sakit.
Menurut Nixon, perluasan layanan tersebut mencerminkan perubahan pendekatan BTN melalui strategi Beyond Mortgage. Perseroan tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah, tetapi berupaya membangun ekosistem perumahan yang terhubung dengan berbagai layanan perbankan dan kebutuhan pemerintah daerah.
“Membangun rumah bukan hanya membangun sebuah bangunan. Membangun rumah adalah membangun keluarga. Dan ketika kita membangun keluarga, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Kota Padang,” tuturnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan Pemkot Padang memiliki sejumlah program prioritas, termasuk peningkatan layanan Padang Sehat, pemerataan akses kesehatan, serta percepatan pembangunan dan pemulihan infrastruktur dasar. Dalam konteks perumahan, ia menilai dukungan BTN diperlukan agar masyarakat memperoleh akses kepemilikan hunian dengan layanan yang semakin modern.
“Kerja sama dengan BTN di bidang pembangunan, khususnya perumahan, saya rasa sangat penting. Agar masyarakat lebih mudah menjangkau akses terhadap kepemilikan rumah dengan pelayanan yang lebih mutakhir dan up to date,” ujar Fadly.
Fadly juga menilai modernisasi layanan perbankan dapat membantu pemerintah daerah memperbaiki tata kelola pelayanan. Integrasi layanan yang lebih rapi dan efisien dinilai mendukung upaya Pemkot Padang meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan modernisasi BTN tentu membantu tata kelola lebih rapi, terjaga, dan efisien. Itu yang menjadi prioritas kami,” katanya.
Kerja sama BTN dan Pemkot Padang selanjutnya diharapkan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperkuat layanan publik, akses pembiayaan UMKM, digitalisasi transaksi, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan ASN di Padang. []
Redaksi01
