Bukan Cuma Harga, Ini 4 Faktor yang Kini Dicari Pembeli Rumah

JAKARTA – Calon pembeli rumah kini semakin mempertimbangkan kualitas dan kepastian hunian sebelum mengambil keputusan. Selain harga, konsumen mulai memperhatikan material bangunan, perangkat keamanan, fasilitas kendaraan listrik, hingga status pembangunan rumah yang ditawarkan pengembang.

Perubahan pola tersebut terlihat dari semakin detailnya pertanyaan konsumen ketika mencari hunian melalui platform properti daring. Tren ini juga dipengaruhi meningkatnya dominasi generasi Z (Gen Z) sebagai kelompok konsumen yang mulai masuk pasar perumahan.

Senior Commercial Advisor Rumah123 Maria Herawati Manik mengatakan konsumen saat ini lebih cermat dalam memastikan rumah yang dibeli memenuhi aspek kelayakan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Menurut Maria, salah satu perhatian konsumen adalah material yang digunakan dalam pembangunan rumah. Konsumen tidak lagi hanya melihat tampilan bangunan, tetapi juga mulai menanyakan detail bahan yang digunakan, termasuk material yang dinilai lebih ramah lingkungan dan aman bagi keluarga.

Selain material, kelengkapan perangkat rumah atau home appliances juga menjadi pertimbangan. Konsumen mulai memperhatikan keberadaan sistem rumah pintar (smart system) serta perangkat keselamatan, termasuk alat pemadam api ringan (APAR).

“Bahkan ada kabel listrik, pipa, perpipaan, itu kan dibutuhkan semua tuh. Sampai alat APAR apa ya? Pemadam kebakaran,” ungkapnya dalam acara Press Conference The People’s Choice 2026, Indonesia’s Top Consumer Voted Awards, di Raffles Hotel Jakarta pada Senin (10/08/2026).

Perubahan kebutuhan juga terlihat dari meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di rumah dinilai menjadi salah satu nilai tambah karena pemilik kendaraan membutuhkan akses pengisian yang mudah.

Maria menjelaskan, rumah yang sejak awal telah dilengkapi fasilitas pengisian daya kendaraan listrik berpotensi lebih menarik bagi konsumen. Hal tersebut sejalan dengan semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.

Faktor lain yang semakin menentukan keputusan pembelian adalah kepastian pembangunan. Banyaknya kasus proyek perumahan yang berhenti atau tidak selesai membuat calon pembeli lebih berhati-hati sebelum mengeluarkan dana.

Maria menyebut konsumen yang mencari rumah melalui Rumah123 kerap menanyakan status pembangunan proyek yang ditawarkan. Hunian yang sudah selesai dan siap ditempati dinilai memiliki keunggulan karena memberikan kepastian lebih besar kepada calon pembeli.

Selain karakteristik fisik rumah, perilaku konsumen juga dipengaruhi perkembangan media sosial. Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai media sosial membuat calon pembeli memiliki lebih banyak sumber informasi untuk menilai sebuah proyek perumahan.

“Malah dengan maraknya media sosial segala macam ini memang kita ada indikasi memang terpengaruh. Terpengaruh ada media sosial. Karena tadi itu, nggak salah juga. Karena dengan ada top of mind artinya strategi promosi mereka (pengembang) itu betul lho. Udah masuk. Tapi, ada sebagian lagi memang mungkin bagus, tapi kecewa (ada yang nggak bagus), dia akan milih,” jelas Ali ditemui di tempat yang sama.

Ali mengatakan informasi yang beredar melalui media sosial dapat membentuk persepsi konsumen terhadap suatu proyek. Namun, konsumen tetap memiliki ruang untuk membandingkan informasi dan menentukan pilihan berdasarkan pengalaman maupun penilaian yang mereka peroleh.

Upaya memberikan referensi kepada calon pembeli juga dilakukan melalui The People’s Choice 2026, Indonesia’s Top Consumer Voted Awards. Rumah123 bersama IPW memberikan apresiasi kepada pelaku industri properti berdasarkan penilaian yang melibatkan konsumen.

Ali mengatakan penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu tolok ukur bagi masyarakat ketika menilai proyek maupun produk properti. Sebagaimana diberitakan Detik, Senin (10/08/2026), proses penilaian tidak hanya mengandalkan pemungutan suara, tetapi juga dilengkapi metode diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD).

The People’s Choice, Golden Property Award, ini minimal ada satu benchmark bagi konsumen yang melihat, oh si proyek ini bagus tuh, karena udah dipilih, udah dinilai, udah assessment oleh kami,” tuturnya.

Dalam penghargaan tersebut terdapat 54 nominasi. Proses pemilihan melibatkan konsumen yang pernah membeli atau menggunakan layanan Rumah123. Sebanyak 71 ribu orang disebut ikut memberikan suara dengan total 247 ribu suara yang masuk selama periode pemilihan pada Juni 2026.

“Di tahun ini kami membuat satu sistem yang lebih komprehensif, tidak hanya polling, tapi kami juga menggabungkan dengan focus growth discussion, FGD. FGD-nya juga,” ungkap Ali.

Kriteria nominasi juga memperhatikan rekam jejak pelaku dan proyek yang dinilai. Kandidat dipastikan tidak memiliki riwayat penipuan, proyek yang pernah terdampak banjir atau bencana alam, maupun pengalaman menangani pembangunan perumahan yang mangkrak.

Untuk tahun ini, nominasi penghargaan masih difokuskan pada rumah tapak. Rumah vertikal seperti apartemen, kondominium, dan rumah susun belum termasuk dalam cakupan penilaian.

Perubahan preferensi tersebut menunjukkan bahwa keputusan membeli rumah semakin bergeser ke penilaian yang lebih menyeluruh. Konsumen tidak hanya mencari hunian dengan harga sesuai kemampuan, tetapi juga menginginkan rumah yang berkualitas, aman, memiliki fasilitas sesuai perkembangan teknologi, serta memberikan kepastian pembangunan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *