Bulog Pastikan Gudang Aman dan Stok Beras Siap Hadapi Dampak Karhutla

JAKARTA – Perum Bulog memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nasional yang mencapai 4,9 juta ton tetap menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat di tengah gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.

Meski aktivitas distribusi di beberapa daerah harus menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang, Perum Bulog menegaskan penyaluran beras kepada masyarakat tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan petugas. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perkembangan kabut asap di masing-masing wilayah terdampak.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan seluruh program pelayanan kepada masyarakat tetap dijalankan. Namun, pelaksanaan distribusi disesuaikan dengan imbauan pemerintah dan kondisi lapangan, terutama di daerah yang mengalami gangguan jarak pandang.

“Jadi, bersamaan dengan adanya gangguan asap ya dari dampak kebakaran hutan dan lahan, Bulog tetap melaksanakan program seperti biasa. Namun dengan kondisi saat ini, kami menyesuaikan dengan imbauan-imbauan dari pemerintah,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (01/09/2026) malam, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (01/09/2026).

Menurut Rizal, penyesuaian distribusi diperlukan untuk menjaga keselamatan petugas lapangan tanpa mengabaikan kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu daerah yang sempat menghentikan pelayanan sementara adalah Sampit karena kabut asap menyebabkan jarak pandang sangat terbatas.

Kondisi tersebut, kata dia, bersifat sementara. Bulog terus memantau perkembangan cuaca dan akan kembali menjalankan pelayanan secara optimal setelah kondisi memungkinkan, terutama ketika jarak pandang membaik dan aktivitas distribusi dapat dilakukan dengan aman.

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Koordinasi itu dilakukan untuk menghitung kebutuhan bantuan bagi warga terdampak bencana dan menyiapkan penyaluran pangan sesuai permintaan dari pemerintah daerah.

Penyaluran bantuan dari CBP akan dilakukan secara bertahap dan diarahkan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Rizal mengatakan pemerintah daerah dapat mengajukan kebutuhan bantuan apabila situasi darurat memerlukan dukungan pangan tambahan.

Selain wilayah Kalimantan, Bulog juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana di daerah lain, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghadapi dampak gempa. Hingga 1 September 2026, stok CBP yang dikelola secara nasional tercatat mencapai 4,9 juta ton.

Rizal menambahkan seluruh gudang Bulog di Kalimantan berada dalam kondisi aman. Lokasi gudang disebut berada jauh dari kawasan hutan sehingga tidak terdampak langsung oleh kebakaran maupun ancaman api selama penanganan bencana berlangsung.

Bulog juga terus menjaga kualitas dan ketersediaan beras di gudang agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi selama kondisi darurat akibat kabut asap. Namun, Rizal tidak merinci jumlah stok beras yang tersedia secara keseluruhan di Kalimantan.

Distribusi menuju titik-titik penyaluran tetap akan didorong selama kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan pangan tanpa mengabaikan faktor keselamatan di tengah dampak karhutla.

“Kami distribusi menyesuaikan dengan kondisi. Apabila cuaca juga memungkinkan dan jarak pandang memungkinkan, kami akan dorong sampai ke tempat-tempat pendistribusian,” kata Rizal.

Dengan stok CBP nasional yang masih besar serta koordinasi bersama pemerintah daerah, Bulog diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat terdampak kabut asap sekaligus memastikan penyaluran pangan dapat segera kembali berjalan normal ketika kondisi di lapangan membaik. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *