Diskominfo Kutim Bekali Aparatur Desa Bimtek Digital
Diskominfo Staper Kutim meningkatkan kemampuan aparatur desa melalui bimtek dan pelatihan pengelolaan digital, sembari mengembangkan Terpadu Digital Kutim sebagai pendukung layanan terintegrasi.
ADVERTORIAL – Dinas Komunikasi Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) sebagai langkah awal mendorong transformasi digital hingga tingkat pemerintahan desa.
Program tersebut mencakup peningkatan kemampuan pengelolaan layanan digital, termasuk pembuatan website, agar aparatur desa mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Informatika, Persandian, dan Statistik Kutim Ronny Bonar mengatakan pembenahan transformasi digital dilakukan secara bertahap dengan memulai peningkatan kompetensi dari jajaran aparatur desa.
“Sementara ini kita masih membenahinya. Pertama kita mencoba dengan aparat-aparat desa. Kita mencoba untuk memberikan pelatihan-pelatihan berupa bimtek, pembuatan website, dan sebagainya untuk meningkatkan pengelolaan transformasi digital yang ada di desa,” ujar Ronny Bonar di ruang kerjanya, Selasa (29/09/2026).
Menurut Ronny, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar digitalisasi tidak hanya berkembang di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga dapat diterapkan secara efektif di pemerintahan desa.
Sejalan dengan peningkatan kapasitas aparatur desa, Diskominfo Staper Kutim juga mengembangkan portal Terpadu Digital Kutim sebagai sarana yang menghimpun berbagai aplikasi pelayanan dan informasi milik OPD dalam satu akses.
“Nih kebetulan juga saya lagi membuat sebuah portal aplikasi namanya Terpadu Digital Kutim. Coba dibuka di Play Store, nah itu sudah bisa membantu memberikan informasi,” jelasnya.
Portal Terpadu Digital Kutim telah tersedia melalui Google Play Store dan memuat dua fitur utama, yakni repository pengetahuan atau aplikasi serta repository akademi berbasis Learning Management System (LMS).
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengakses modul pembelajaran sekaligus berbagai aplikasi pelayanan publik yang dihimpun secara terintegrasi. Kehadiran portal itu sekaligus menjadi pendukung proses peningkatan literasi dan pemanfaatan layanan digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim.
Terpadu Digital Kutim mengusung slogan “Menyapa Warga Memudahkan Layanan” sebagai gambaran arah pengembangan pelayanan berbasis digital yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Slogannya kan menyapa warga memudahkan layanan. Artinya kita bertahap pelan-pelan untuk bagaimana aplikasi-aplikasi yang ada di OPD itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yang terkait dengan pelayanan ke masyarakat,” pungkas Ronny.
Melalui peningkatan kompetensi aparatur desa yang berjalan beriringan dengan pengembangan portal layanan terintegrasi, Diskominfo Staper Kutim berharap transformasi digital dapat menjangkau pemerintahan hingga tingkat desa sekaligus semakin memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan pelayanan publik. []
