Dispora Kukar Dorong Sertifikasi Pelatih demi Peningkatan Prestasi Atlet

0
IMG-20261010-WA0008

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni.

Dispora Kukar mendorong sertifikasi pelatih dan keterlibatan mantan atlet berprestasi untuk memperkuat pembinaan serta menjaga keberlanjutan prestasi olahraga daerah.

ADVERTORIAL – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga pelatih sebagai langkah memperkuat pembinaan atlet di daerah. Upaya tersebut menjadi perhatian menyusul masih adanya sejumlah cabang olahraga yang belum memiliki pelatih dengan standar kompetensi memadai.

Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepelatihan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga, terutama yang baru berkembang, masih mengandalkan tenaga pelatih berdasarkan pengalaman tanpa didukung kompetensi kepelatihan yang terstandar.

“Yang perlu kita kuatkan adalah SDM, khususnya para pelatih. Kita menyadari, ada beberapa cabang olahraga, terutama cabang olahraga yang baru, yang belum memiliki pelatih dengan standar yang memadai. Sebagian masih mengandalkan pengalaman,” ucap Ali di Tenggarong, Senin (12/10/2026).

Ali menjelaskan, pengalaman melatih merupakan modal penting, tetapi harus diimbangi dengan pendidikan, peningkatan keterampilan, dan sertifikasi sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Untuk itu, pihaknya telah menyampaikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar dan seluruh pengurus cabang olahraga agar peningkatan kompetensi pelatih masuk dalam prioritas program pembinaan.

Menurut Ali, kualitas pelatih berpengaruh terhadap efektivitas program latihan, mulai dari pengembangan teknik, peningkatan kondisi fisik, penyusunan strategi pertandingan, hingga pembentukan mental dan kedisiplinan atlet.

Karena itu, pembinaan olahraga di Kukar diharapkan tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga memperhatikan penguatan tenaga kepelatihan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kapasitas organisasi olahraga.

Ia menilai, seluruh aspek tersebut perlu dikembangkan secara terpadu agar pembinaan atlet berjalan lebih sistematis, terukur, dan berkesinambungan.

Selain mendorong sertifikasi pelatih, Dispora Kukar membuka peluang keterlibatan mantan atlet berprestasi untuk memperkuat tenaga kepelatihan di berbagai cabang olahraga.

Ali menilai mantan atlet yang pernah mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional memiliki pengalaman berharga yang dapat dimanfaatkan untuk membina atlet muda.

Namun, pengalaman bertanding tersebut tetap perlu dilengkapi dengan pendidikan dan keterampilan kepelatihan agar proses pembinaan sesuai dengan standar yang berlaku.

“Dari jebolan atlet-atlet ini, kita berharap mereka bisa menjadi pelatih atau asisten pelatih di masing-masing cabang olahraga,” ungkapnya.

Menurut Ali, regenerasi tenaga pelatih melalui keterlibatan mantan atlet merupakan salah satu upaya menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memanfaatkan potensi SDM olahraga yang telah dimiliki Kukar.

Dengan peningkatan kompetensi pelatih dan keterlibatan mantan atlet, Dispora Kukar berharap setiap cabang olahraga mampu membangun sistem pembinaan yang tidak hanya menghasilkan prestasi dalam jangka pendek, tetapi juga menyiapkan generasi atlet berikutnya.

“Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil kompetisi, tetapi juga pada keberlanjutan prestasi olahraga daerah di masa depan,” pungkasnya. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *