DPR RI Ajak Warga Ramaikan Pasar Rakyat, Ekonomi Lokal Didorong

PROBOLINGGO – Upaya menggerakkan kembali ekonomi kerakyatan melalui pasar tradisional terus didorong, salah satunya dengan mengajak masyarakat berbelanja langsung di pasar rakyat guna memperkuat perputaran uang di tingkat pedagang kecil.

Ajakan tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VIII Dini Rahmania usai melaksanakan kegiatan belanja bersama warga selama tiga hari, 27–29 April 2026, di Pasar Besuk, Pasar Sukapura, dan Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo (Probolinggo). Kegiatan ini melibatkan ratusan kader Partai NasDem serta masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Dini menekankan pentingnya peran pasar rakyat sebagai pusat ekonomi masyarakat bawah yang perlu terus dijaga eksistensinya di tengah perkembangan ritel modern. “Belanja di pasar rakyat bukan hanya soal membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bentuk dukungan nyata antarsesama rakyat. Yang berjualan rakyat, yang membeli juga rakyat. Di situlah ekonomi kerakyatan hidup dan bergerak,” ujar Dini, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat, Rabu (29/04/2026).

Selain mengajak masyarakat, ia juga menyoroti peningkatan kondisi sejumlah pasar yang dinilai semakin bersih dan nyaman. Menurutnya, hal ini menjadi faktor penting untuk menarik minat pengunjung agar kembali berbelanja di pasar tradisional.

“Saya mengapresiasi pengelola pasar dan para pedagang yang tetap menjaga denyut ekonomi masyarakat. Kebersihan dan kenyamanan pasar menjadi faktor penting agar masyarakat semakin tertarik berbelanja langsung di pasar tradisional,” lanjutnya.

Meski demikian, Dini mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas penunjang bagi pedagang dan pembeli yang perlu ditingkatkan agar pasar rakyat mampu bersaing. “Saya juga menyadari masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi agar pasar rakyat semakin nyaman bagi pedagang dan pembeli. Ini tentu menjadi perhatian bersama agar pasar tradisional bisa terus berkembang dan bersaing,” katanya.

Ke depan, ia berkomitmen memperluas kegiatan serupa ke berbagai wilayah lain, termasuk Kota Probolinggo (Probolinggo), Kabupaten Pasuruan (Pasuruan), dan Kota Pasuruan (Pasuruan), sebagai bentuk dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang tradisional.

“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan di berbagai daerah lainnya sebagai upaya mendukung UMKM, pedagang kecil, dan menjaga ekonomi rakyat tetap bergerak,” tutupnya.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pasar tradisional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat lokal di tengah persaingan dengan sektor perdagangan modern. []

Penulis: Moh. Rochim | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *