Festival Lubang Buaya Jadi Panggung UMKM dan Budaya Betawi

JAKARTA TIMUR – Festival Lubang Buaya Jilid 3 dimanfaatkan sebagai ajang pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui bazar produk lokal yang dipadukan dengan pelestarian budaya Betawi serta berbagai kegiatan sosial. Acara yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Lapangan Sepak Bola Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian warga sekaligus menjaga identitas budaya daerah, sebagaimana diberitakan Beritasatu, Sabtu (11/07/2026).

Festival yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertunjukan seni budaya Betawi, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat setempat.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, mengatakan festival menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak dalam menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkenalkan potensi lokal.

“Ini merupakan kolaborasi dan bagaimana masyarakat Lubang Buaya bisa silaturahmi, menampilkan UMKM, dan juga memperkenalkan adat budaya Betawi,” ujar Eka Darmawan, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, Festival Lubang Buaya diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus berkembang sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

“Kita berharap ini bisa berkelanjutan. Artinya masyarakat bisa mengetahui bagaimana festival ini bisa terselenggaradengan keterlibatan dan dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Selain menjadi ruang promosi produk lokal, festival turut menampilkan berbagai kesenian khas Betawi, seperti silat Betawi dan palang pintu. Atraksi budaya tersebut disuguhkan untuk memperkenalkan tradisi Betawi kepada masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya di Jakarta Timur.

Partisipasi pelaku UMKM juga datang dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kelurahan Lubang Buaya yang menghadirkan berbagai produk olahan, di antaranya keripik pisang, pisang bolen, asinan Jakarta, dan aneka makanan lainnya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) II PKK Kelurahan Lubang Buaya, Cicih, berharap kegiatan tersebut mampu membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

“Harapannya dengan keterlibatan pada festival ini, UMKM kita bisa semakin maju dan semangat berproduksi,” jelasnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan budaya, Festival Lubang Buaya Jilid 3 juga diramaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, sosialisasi pemilahan sampah, pertunjukan tari modern, serta penampilan grup musik lokal. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjadikan festival sebagai ruang kolaborasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta Timur. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *