Hunian Subsidi Cluster Shorea Resmi Diluncurkan di Kota Mandiri Bekala
MEDAN – Pengembangan hunian bersubsidi di Kota Mandiri Bekala kembali diperkuat melalui peluncuran Cluster Shorea yang menyediakan lebih dari 600 unit rumah bagi berbagai segmen masyarakat. Proyek yang resmi diperkenalkan melalui kegiatan soft launching, groundbreaking, dan penanaman pohon pada Sabtu (11/07/2026) itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah, sebagaimana diberitakan Waspada, Sabtu (11/07/2026).
Direktur Utama (Dirut) PT Propernas Nusa Dua (PND), Rizqi Aswaransyah Pratama, mengatakan Cluster Shorea dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang nyaman, berkualitas, dan memiliki nilai investasi seiring berkembangnya kawasan Kota Mandiri Bekala.
“Peluncuran Cluster Shorea menjadi tonggak baru pengembangan kawasan Kota Mandiri Bekala. Kami ingin menghadirkan hunian yang tidak hanya nyaman untuk ditempati, tetapi juga memiliki nilai investasi yang terus meningkat,” ujar Rizqi.
Menurutnya, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi lebih dari 600 unit rumah yang terdiri atas Tipe 32/72, Tipe 36/72, dan Tipe 40/84. Ketiga tipe itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasangan muda, keluarga yang sedang berkembang, hingga masyarakat yang membutuhkan rumah dengan ruang lebih luas.
Rizqi menjelaskan, konsep pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang tertata, hijau, aman, dan didukung fasilitas penunjang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni.
“Yang kami bangun bukan sekadar rumah, tetapi sebuah kawasan hunian yang nyaman, asri, memiliki akses yang baik, serta terus berkembang sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, mayoritas rumah yang dibangun merupakan rumah subsidi dengan harga sekitar Rp166 juta untuk Tipe 32/72 sesuai ketentuan pemerintah. Adapun rumah komersial dipasarkan mulai sekitar Rp250 juta untuk Tipe 36/72 dan sekitar Rp290 juta untuk Tipe 40/84.
Meski berstatus rumah subsidi, Rizqi menegaskan kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas perusahaan dengan memperhatikan mutu bangunan, kelengkapan fasilitas, serta akses menuju sarana publik.
“Rumah subsidi yang kami bangun tetap mengutamakan kualitas konstruksi, lingkungan yang asri, fasilitas yang memadai, serta akses yang terhubung dengan berbagai sarana publik sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuni,” ujarnya.
PND menargetkan pembangunan Cluster Shorea rampung dalam waktu sekitar 16 bulan. Namun, berdasarkan pengalaman proyek sebelumnya, proses pembangunan hingga serah terima rumah kepada konsumen dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Rizqi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya PND telah membangun hampir 1.000 unit rumah subsidi di kawasan Kota Mandiri Bekala dengan tingkat keterhunian melebihi 95 persen. Capaian tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kawasan hunian tersebut.
“Sebelumnya kami sudah membangun rumah subsidi hampir seribu unit di kawasan ini dengan tingkat keterhunian lebih dari 95 persen. Itu menjadi bukti bahwa kualitas pembangunan dan kepercayaan masyarakat terhadap Kota Mandiri Bekala terus meningkat,” katanya.
Ia berharap masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama maupun mencari peluang investasi dapat memanfaatkan pengembangan Cluster Shorea dengan memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan.
“Kami berharap Cluster Shorea menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama maupun berinvestasi di kawasan yang terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BSN Medan, Muhadi Eko, menyatakan pihaknya mendukung pembiayaan rumah subsidi di Kota Mandiri Bekala, termasuk pada pengembangan Cluster Shorea. Kerja sama antara BSN dan PND, menurutnya, telah berlangsung sejak awal pengembangan kawasan dan kini memasuki proyek keempat.
“Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan sektor properti, kami mendukung penuh pengembangan Kota Mandiri Bekala. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami menyukseskan Program 3 Juta Rumah,” katanya.
Muhadi menjelaskan, hingga pekan kedua Juni 2026, BSN menempati peringkat kedua penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di Sumatera Utara dengan pangsa pasar sekitar 32 hingga 33 persen. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penyaluran KPR FLPP BSN di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 1.300 unit.
Ia menambahkan, sekitar 70 persen pembiayaan BSN disalurkan kepada pelaku usaha dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap, sedangkan sekitar 30 persen diberikan kepada pekerja dengan penghasilan tetap.
“Menurut kami, Kota Mandiri Bekala merupakan salah satu kawasan hunian yang layak dan berpotensi menjadi percontohan pengembangan perumahan di Sumatera Utara. Karena itu kami berkomitmen menjadi salah satu mitra pembiayaan utama di Cluster Shorea,” kata Muhadi. []
Redaksi01
