Festival UMKM Mimika Bidik Omzet Rp4 Juta per Stan
MIMIKA – Festival Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mimika 2026 ditargetkan menjadi momentum untuk memperbesar omzet sekaligus membuktikan kemampuan produk lokal menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memperkirakan omzet peserta festival tahun ini dapat mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per stan, meningkat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.
Festival yang berlangsung di Timika pada 10-12 Agustus 2026 itu diikuti 125 pelaku UMKM. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional ke-10 dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (09/08/2026).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi mengatakan target peningkatan omzet tersebut mengacu pada hasil penjualan peserta pada festival sebelumnya. Sejumlah pelaku usaha pada tahun lalu mampu membukukan omzet mulai dari Rp2 juta hingga Rp15 juta selama kegiatan berlangsung.
“Melihat festival tahun lalu, ada yang omzetnya mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta, bahkan ada yang Rp15 juta. Mudah-mudahan kali ini omzetnya bisa naik, sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta untuk satu stan,” kata Samuel.
Menurut Samuel, peserta festival berasal dari UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM serta sejumlah organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam rumpun ekonomi Pemkab Mimika. Keikutsertaan pelaku usaha tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan transaksi selama festival, tetapi juga membuka peluang pemasaran setelah kegiatan berakhir.
Potensi tersebut didukung jumlah pelaku UMKM di Mimika yang cukup besar. Saat ini tercatat lebih dari 3.000 UMKM Mimika dalam sistem Online Data Sistem (ODS) Kementerian UMKM.
Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari kerajinan noken, kopi, kuliner, aksesori hingga produk olahan lokal seperti tambelo. Keberagaman komoditas itu menjadi modal bagi UMKM Mimika untuk memperluas pangsa pasar sekaligus memperkenalkan karakter produk daerah kepada konsumen dari luar wilayah.
Samuel mencontohkan kelompok perajin Noken Nakia yang kini mampu mencatat omzet hingga sekitar Rp40 juta. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang berkembang apabila mendapatkan pembinaan dan akses pasar yang memadai.
“UMKM Mimika ini harus bisa dikenal secara nasional bahkan internasional. Noken Mimika sudah ada yang sampai Jepang, Amerika, Filipina dan Singapura,” ujarnya.
Pemkab Mimika juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem UMKM. Kerja sama tersebut melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dinas Perindustrian serta PT Freeport Indonesia.
Selain kerajinan, sejumlah komoditas lokal seperti kopi dan buah merah Mimika mulai diarahkan untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Mimika agar pertumbuhan UMKM tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi berlanjut menjadi penguatan usaha secara berkelanjutan.
Samuel menegaskan festival tahun ini juga membawa pesan mengenai kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, potensi ekonomi Mimika tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha lokal mengembangkan produk bernilai tambah.
“Mimika ini punya tambang, tetapi Mimika juga punya UMKM. Karena itu dalam momentum ulang tahun kemerdekaan ini kami tetap menyukseskan dan mengembangkan UMKM,”ujarnya
Dari sisi transaksi, sebagian UMKM binaan telah memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Meski demikian, pembayaran secara tunai tetap tersedia bagi pengunjung selama festival berlangsung.
Rangkaian kegiatan tahun ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Festival UMKM yang lebih besar pada Oktober 2026 di Timika. Sejumlah perlombaan yang biasanya digelar tidak dilaksanakan karena pemerintah daerah memusatkan perhatian pada pelaksanaan festival UMKM tersebut.
Samuel berharap agenda Oktober dapat menjadi panggung yang lebih besar bagi produk lokal Mimika untuk dikenal masyarakat luas. Pemkab Mimika juga berharap Menteri Koperasi, Menteri UMKM, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dapat menghadiri kegiatan tersebut.
Dengan jumlah pelaku usaha yang telah mencapai ribuan dan sejumlah produk mulai menembus pasar luar negeri, penguatan akses pasar menjadi faktor penting agar pertumbuhan UMKM Mimika terus berlanjut. Festival Agustus dan agenda Oktober diharapkan menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk lokal. []
Redaksi01
