Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp67.350, Telur Ayam Rp29.350 per Kg

JAKARTA – Harga sejumlah bahan pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih berada pada level tinggi pada Rabu (19/08/2026). Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), harga cabai rawit merah mencapai Rp67.350 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras berada di Rp29.350 per kg.

Data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Rabu pukul 07.24 WIB menunjukkan, tekanan harga tidak hanya terjadi pada komoditas hortikultura. Sejumlah kebutuhan pokok lain, termasuk beras, daging, gula, dan minyak goreng, juga tercatat dengan harga yang beragam di tingkat pedagang eceran nasional.

Untuk kelompok beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.800 per kg dan kualitas bawah II sebesar Rp14.650 per kg. Sementara itu, beras medium I berada di Rp16.500 per kg, sedangkan medium II mencapai Rp16.300 per kg.

Pada kualitas premium, beras super I dijual dengan harga rata-rata Rp17.750 per kg. Adapun beras super II tercatat Rp17.250 per kg.

Pergerakan harga komoditas hortikultura juga menunjukkan variasi cukup lebar. Selain cabai rawit merah yang menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, cabai merah besar tercatat Rp49.250 per kg, cabai merah keriting Rp51.300 per kg, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp56.200 per kg.

Komoditas protein hewani turut menjadi bagian dari daftar harga pangan yang dipantau PIHPS. Harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.750 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I berada di Rp151.400 per kg dan daging sapi kualitas II sebesar Rp142.450 per kg.

Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp39.000 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp40.200 per kg. Harga tersebut melengkapi gambaran harga kebutuhan pangan utama yang menjadi perhatian konsumen di pasar eceran.

Sementara itu, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg dan gula pasir lokal Rp19.050 per kg. Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di Rp20.450 per liter.

Adapun minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.300 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II berada di Rp23.500 per liter.

Data PIHPS tersebut menjadi salah satu rujukan untuk melihat perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis secara nasional. Perbedaan harga antarkomoditas menunjukkan bahwa masyarakat menghadapi struktur biaya belanja yang beragam, terutama untuk kebutuhan pokok yang dikonsumsi setiap hari. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *