Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Ancaman Pasokan Global Kian Besar

JAKARTA – Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia pada perdagangan Rabu (22/07/2026) pagi. Pasar mencermati meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah yang dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak internasional.

Berdasarkan perdagangan pukul 07.26 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2026 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) tercatat berada di level 84,73 dolar Amerika Serikat (AS) per barel atau naik 0,46 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di level 84,34 dolar AS per barel.

Penguatan harga dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meragukan peluang tercapainya pembicaraan dalam waktu dekat dengan Iran. Di saat yang sama, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan respons militer yang lebih luas apabila kelompok Houthi mengganggu jalur distribusi minyak melalui Laut Merah.

Situasi tersebut memperluas kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan minyak dunia. Risiko yang sebelumnya berpusat di kawasan Timur Tengah kini dinilai berpotensi meluas hingga kawasan Laut Hitam, sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar energi global.

Pada Selasa (21/07/2026), Trump menyatakan Iran ingin mengadakan pertemuan, namun Pemerintah AS tidak berminat untuk melanjutkan pembicaraan. Pernyataan tersebut langsung dibantah Teheran yang menegaskan tidak sedang mengupayakan dialog dengan Washington.

“Menurut kami, harga minyak akan berada di kisaran US$ 80-US$ 90, tergantung pada perkembangan berita,” ujar Jay Hatfield, Kepala Eksekutif (Chief Executive Officer/CEO) Infrastructure Capital Management LLC, sebagaimana dilansir Kontan, Rabu (22/07/2026). “Jika Laut Merah benar-benar ditutup, itu adalah ancaman. Kita belum pernah melihatnya. Itu bisa membuat harga naik melewati US$ 100.”

Ancaman terhadap jalur pelayaran mulai menunjukkan dampaknya terhadap aktivitas logistik. Sejumlah kapal tanker dilaporkan sempat menghentikan pelayaran ketika mendekati wilayah perairan Yaman, sementara kapal lain yang mengangkut minyak dari Arab Saudi memilih mengubah rute menuju Terusan Suez demi menghindari potensi gangguan keamanan.

Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah karena setiap eskalasi konflik berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi global. Jika ketegangan terus meningkat dan jalur pelayaran utama terganggu, harga minyak diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dalam waktu dekat. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *