Harga Pangan Jatim 24 Oktober 2026: Cabai Turun, Ikan Melonjak
SURABAYA – Penurunan harga sejumlah jenis cabai belum sepenuhnya meringankan beban belanja masyarakat di Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen yang diperbarui pada Sabtu (24/10/2026) pukul 10.02 WIB, harga cabai merah keriting turun menjadi Rp50.782 per kilogram dan cabai merah besar menjadi Rp42.026 per kilogram. Namun, kenaikan harga minyak goreng, daging sapi, dan berbagai jenis ikan segar masih menjadi tekanan bagi pengeluaran rumah tangga.
Data harga pangan Jatim menunjukkan pergerakan yang beragam. Cabai merah keriting turun Rp567 per kilogram, cabai merah besar berkurang Rp956 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun Rp271 menjadi Rp62.563 per kilogram. Meski demikian, harga cabai rawit merah masih berada di atas Rp60 ribu per kilogram.
Di tengah penurunan harga cabai, minyak goreng justru mengalami kenaikan pada hampir seluruh jenis yang tercatat. Minyak goreng kemasan premium naik Rp250 menjadi Rp22.280 per liter, kemasan sederhana meningkat Rp144 menjadi Rp18.942 per liter, sedangkan minyak goreng curah naik Rp175 menjadi Rp20.666 per kilogram.
Berbeda dengan ketiga jenis tersebut, harga Minyakita turun tipis Rp8 menjadi Rp15.898 per liter. Perbedaan pergerakan harga ini menunjukkan bahwa perubahan harga satu jenis minyak goreng tidak selalu diikuti komoditas sejenis lainnya.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas protein hewani. Daging sapi paha belakang naik Rp1.051 menjadi Rp134.338 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras turun Rp326 menjadi Rp37.007 per kilogram, sedangkan ayam kampung turun Rp1.050 menjadi Rp68.984 per ekor.
Harga telur ayam ras naik tipis Rp11 menjadi Rp24.204 per kilogram. Sementara itu, telur ayam kampung turun Rp376 menjadi Rp45.421 per kilogram.
Kenaikan lebih besar tercatat pada sejumlah ikan segar. Harga ikan tongkol naik Rp1.246 menjadi Rp36.556 per kilogram, sedangkan ikan cakalang meningkat Rp1.250 menjadi Rp37.394 per kilogram. Ikan bandeng naik Rp844 menjadi Rp36.520 per kilogram, ikan tuna bertambah Rp799 menjadi Rp42.303 per kilogram, dan ikan kembung naik Rp87 menjadi Rp36.695 per kilogram.
Kenaikan tertinggi di kelompok ikan dalam data tersebut terjadi pada ikan asin teri, yang bertambah Rp1.871 menjadi Rp80.420 per kilogram. Pergerakan ini membuat harga berbagai sumber protein hewani menunjukkan arah yang berbeda, dengan daging sapi dan sejumlah ikan mengalami kenaikan, sementara daging ayam justru turun.
Pada komoditas pangan pokok, harga beras relatif stabil meskipun mengalami kenaikan tipis. Beras premium naik Rp28 menjadi Rp15.109 per kilogram, sedangkan beras medium bertambah Rp4 menjadi Rp13.019 per kilogram. Harga gula kristal putih turun Rp9 menjadi Rp17.499 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah sayuran juga mengalami perubahan harga. Buncis naik Rp467 menjadi Rp15.803 per kilogram, kol atau kubis meningkat Rp71 menjadi Rp8.983 per kilogram, dan wortel naik Rp57 menjadi Rp14.083 per kilogram. Sebaliknya, kentang turun Rp131 menjadi Rp15.046 per kilogram dan tomat merah berkurang Rp64 menjadi Rp8.896 per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada kebutuhan rumah tangga lainnya. Harga gas elpiji 3 kilogram bertambah Rp101 menjadi Rp19.962, sedangkan jagung pipilan kering naik Rp169 menjadi Rp8.125 per kilogram.
Secara keseluruhan, data harga rata-rata konsumen Jatim yang diberitakan Lentera Inspiratif, Sabtu (24/10/2026), memperlihatkan bahwa penurunan harga cabai belum diikuti penurunan merata pada komoditas pangan lainnya.
Perbedaan arah harga tersebut menjadi perhatian bagi konsumen dalam mengatur anggaran belanja harian. Pemantauan harga secara berkala diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan pilihan bahan pangan berdasarkan perkembangan harga, sementara kestabilan pasokan dan distribusi diharapkan membantu mengurangi tekanan harga pada kebutuhan pokok. []
Redaksi01
