Hotel di Bogor Pangkas Biaya Operasional hingga 30% lewat Konsep Ramah Lingkungan
BOGOR – Penghematan biaya operasional hingga 30 persen menjadi salah satu hasil yang dicapai Swiss-Belhotel Bogor setelah menerapkan sejumlah praktik ramah lingkungan sepanjang 2025–2026. Efisiensi tersebut dilakukan melalui penghematan energi dan air, pengurangan plastik sekali pakai, serta penggunaan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di bawah PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI). Program keberlanjutan itu diperkuat melalui Circular Laundry and Facility Cleaning Pilot Program, hasil kerja sama Swiss-Belhotel Bogor dengan PT Siklus Indonesia.
Komisaris Independen PT IKAI Bernardus Djonoputro menilai penerapan praktik ramah lingkungan di Bogor tidak hanya memberikan manfaat bagi kawasan sekitar hotel. Menurut dia, posisi Bogor sebagai salah satu wilayah penyangga Jakarta membuat pengurangan pencemaran di daerah tersebut turut memberikan dampak lebih luas.
“Konsep ramah lingkungan ini otomatis bukan hanya mengurangi pencemaran di sekitar Kota Bogor, tetapi juga berdampak positif bagi Ibu Kota Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, sebagaimana dilansir Kontan, Senin, (24/08/2026).
Menurut Bernardus, penerapan konsep keberlanjutan pada industri perhotelan dapat memperluas upaya membangun sektor pariwisata yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan.
Dari sisi perusahaan, program tersebut dipandang sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip ESG yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam aktivitas bisnis. Direktur Utama (Dirut) PT IKAI Desra Ghazfan mengatakan penerapan kerangka tersebut menjadi indikator bahwa kegiatan usaha tidak lagi semata-mata diukur berdasarkan kinerja keuangan.
“Ini membuktikan Swiss-Belhotel telah menjalankan kerangka kerja untuk mengukur dampak keberlanjutan serta etika suatu bisnis di luar aspek keuangan murni,” ujarnya.
General Manager (GM) Swiss-Belhotel Bogor Heru Wibowo sebelumnya menjelaskan konsep eco-green dirancang sebagai strategi jangka panjang perusahaan. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung agenda energi hijau pemerintah dan menyesuaikan operasional hotel dengan standar keberlanjutan internasional.
Salah satu penerapannya dilakukan melalui penggunaan produk bahan kimia ramah lingkungan dari Cplus, produk PT Siklus Indonesia. Swiss-Belhotel Bogor menjadi salah satu hotel dalam jaringan tersebut yang mengadopsi produk itu untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari.
Produk tersebut digunakan pada empat area utama, yakni layanan laundry, pembersihan area umum, pembersihan dapur, serta perawatan mebel. Formulasi bahan kimia itu sebelumnya dikembangkan untuk kebutuhan rumah sakit sehingga faktor keamanan bagi tamu dan karyawan menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaannya.
Program keberlanjutan juga diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri. Sekitar 70 persen komponen produk bahan kimia yang digunakan disebut diproduksi di dalam negeri. Kondisi tersebut sekaligus mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Efisiensi menjadi manfaat lain yang ditargetkan dari perubahan pola operasional tersebut. Pada periode 2025–2026, program itu disebut mampu memangkas biaya operasional hotel hingga 30 persen. Perusahaan menargetkan tingkat penghematan tersebut dapat meningkat menjadi 40–60 persen pada 2030.
Pengelolaan air limbah juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Kualitas air limbah disebut dapat mencapai kondisi netral dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 7. Kondisi itu dinilai membuat air lebih aman untuk diproses kembali sekaligus menekan potensi pencemaran ekosistem sungai.
Sementara itu, pengurangan konsumsi plastik sekali pakai telah dilakukan sejak awal 2025. Hotel mengganti botol plastik kemasan dengan botol kaca yang dapat digunakan kembali melalui sistem refill.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penerapan keberlanjutan di sektor perhotelan mulai diarahkan sebagai bagian dari strategi operasional dan bisnis. Selain mengurangi potensi dampak lingkungan, langkah tersebut juga membuka peluang efisiensi biaya, memperbesar penggunaan produk lokal, dan mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.
Jika praktik serupa diterapkan secara lebih luas, sektor perhotelan berpotensi berkontribusi terhadap terbentuknya industri pariwisata yang lebih efisien sekaligus memiliki jejak lingkungan yang lebih rendah. []
Redaksi01
