HUT ke-27 Kutim, Ardiansyah Paparkan Capaian Pembangunan
Peringatan HUT ke-27 Kutim menjadi momentum evaluasi pembangunan setelah IPM meningkat menjadi 76,48 dan IKM mencapai 85,82 pada 2025.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 daerah tersebut. Capaian ini menjadi bagian dari evaluasi pembangunan sekaligus pijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan publik.
Peningkatan indikator pembangunan tersebut menjadi perhatian Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat memimpin upacara peringatan HUT ke-27 Kutim di halaman Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan dalam materi peringatan, IPM Kutim meningkat dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025. Kenaikan sebesar 0,58 poin itu mencerminkan perbaikan capaian pembangunan manusia yang diukur melalui aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Perkembangan serupa terlihat pada IKM terhadap pelayanan publik yang meningkat dari 81,41 pada 2024 menjadi 85,82 pada 2025 atau bertambah 4,41 poin. Peningkatan kedua indikator tersebut menjadi modal bagi Pemkab Kutim untuk melanjutkan pembenahan pelayanan publik sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Ardiansyah menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menunjukkan peningkatan angka statistik.
“Ke depan, kita ingin pembangunan Kutai Timur semakin merata, ekonomi daerah semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM dan pelayanan publik perlu diimbangi dengan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, terutama di kawasan pedesaan yang masih membutuhkan penguatan akses pelayanan.
Pemerintah daerah juga menempatkan pengembangan ekonomi berbasis hilirisasi sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan nilai tambah kegiatan perekonomian dan memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Melalui pengembangan tersebut, Pemkab Kutim berharap pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Ardiansyah mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan kawasan perkotaan, tetapi juga kemampuan pemerintah menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan.
“Tidak boleh ada desa yang tertinggal, karena kemajuan Kutai Timur harus dirasakan seluruh masyarakat,” tegas Ardiansyah.
Selain menyoroti capaian pembangunan, peringatan HUT ke-27 Kutim turut menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga kondusivitas daerah dan memberikan perlindungan terhadap generasi muda.
Komitmen tersebut disampaikan melalui deklarasi yang disebut mendapat apresiasi, meskipun rincian mengenai isi deklarasi dan pihak yang terlibat belum dijelaskan dalam materi kegiatan.
“Intinya kita melaksanakan deklarasi ini adalah untuk menyelamatkan generasi muda, dan alhamdulillah ternyata upaya kita ini diapresiasi,” tambah Ardiansyah.
Pemkab Kutim berharap peningkatan IPM dan IKM dapat terus berlanjut melalui perbaikan pelayanan publik, penguatan kualitas SDM, serta pembangunan infrastruktur yang lebih merata. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan kemajuan daerah dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan, baik di perkotaan maupun pedesaan. []
Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum
