IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi, Investor Diminta Waspada Senin
JAKARTA – Pelaku pasar diimbau meningkatkan kewaspadaan pada perdagangan saham Senin (06/07/2026) menyusul proyeksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi mengalami koreksi, meskipun berhasil ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan lalu. Kondisi tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh masih kuatnya tekanan jual dalam tren mingguan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 2,28 persen ke level 5.875,78 pada Jumat (03/07/2026). Kendati demikian, Tim Riset MNC Sekuritas menilai penguatan tersebut belum sepenuhnya mengubah arah pergerakan indeks karena masih tertahan oleh moving average 20 hari (MA20), sementara pada timeframe weekly IHSG masih terkoreksi 0,35 persen.
“Adapun untuk skenario best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5,472-5,540. Namun, cermati skenario merah dimana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3,” tulis MNC Sekuritas dalam riset harian, Minggu (05/07/2026), sebagaimana dilansir Bisnis, Minggu (05/07/2026).
MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di level 5.486 dan 5.317. Sementara itu, area resistance diperkirakan berada pada level 6.007 dan 6.286.
Selain memberikan proyeksi terhadap pergerakan IHSG, MNC Sekuritas juga mencermati sejumlah saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan pada perdagangan Senin. Saham PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness.
AVIA tercatat menguat 4,58 persen ke level 320 dengan dominasi volume pembelian dan berhasil menembus MA20. MNC Sekuritas memperkirakan saham tersebut sedang berada pada bagian dari wave (3) dari wave [C] dengan kisaran buy on weakness di level 254-288, target harga 330 dan 348, serta stop loss di bawah 248.
Sementara itu, JPFA naik 4,37 persen ke level 2.030 disertai peningkatan volume pembelian dan bergerak di atas MA20. Posisi saham tersebut diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C), dengan area buy on weakness 1.975-2.020, target harga 2.100 dan 2.210, serta stop loss di bawah 1.925.
Untuk MLPL, saham ditutup menguat 3,80 persen ke level 82 dan masih didukung peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan saham ini berada pada bagian awal wave 1 dari wave (1), dengan area buy on weakness 79-81, target harga 89 dan 97, serta stop loss di bawah 75.
Adapun PSAB menguat 4,08 persen ke level 408 dan didominasi volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan saham tersebut sedang berada pada bagian awal wave [iv] dari wave C dengan area buy on weakness 390-402, target harga 444 dan 464, serta stop loss di bawah 374.
Rekomendasi tersebut merupakan hasil analisis teknikal dan bukan ajakan untuk membeli maupun menjual saham. Seluruh keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor. []
Redaksi01
