Ini Perbedaan Saldo Minimum di Tiga Bank Besar, Nasabah Wajib Tahu

JAKARTA – Perbedaan kebijakan saldo minimum antarbank nasional menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan nasabah dalam memilih produk tabungan, terutama terkait biaya administrasi dan keberlangsungan rekening. Ketentuan ini berlaku sebagai dana penyangga yang wajib tersedia di rekening untuk mengantisipasi kondisi tidak aktif serta menutup biaya layanan perbankan.

Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Selasa (14/04/2026), setiap bank menetapkan batas saldo minimum yang berbeda sesuai dengan jenis produk dan segmentasi nasabah. Dana tersebut harus tetap tersedia dan tidak boleh ditarik seluruhnya agar rekening tetap aktif serta terhindar dari penutupan otomatis.

Pada Bank Mandiri, saldo minimum bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp1.000.000. Produk Tabungan Rupiah menetapkan saldo minimum Rp100.000, Tabungan NOW Rp25.000, Tabungan Payroll Rp10.000, TabunganKu Rp20.000, Tabungan TKI Rp10.000, Tabungan Mitra Usaha Rp1.000.000, Tabungan SiMakmur tanpa biaya, serta Simpanan Pelajar (SimPel) Rp5.000.

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia atau BRI menetapkan saldo minimum relatif seragam untuk sejumlah produk. Simpanan Pedesaan (Simpedes), BritAma, BritAma Bisnis, BritAma Pro, dan BritAma X masing-masing mensyaratkan saldo minimum Rp50.000. Adapun TabunganKu Rp20.000, Junio Rp50.000, dan SimPel Rp5.000.

Di sisi lain, Bank Negara Indonesia atau BNI menetapkan variasi saldo minimum yang lebih beragam. Taplus memiliki saldo minimum Rp150.000, Taplus Bisnis Rp1.000.000, sementara Taplus Pegawai mengikuti Perjanjian Kerja Sama (PKS). Produk Taplus Muda dan BNI Pandai tidak mensyaratkan saldo mengendap, sedangkan SimPel Rp5.000 dan TabunganKu Rp20.000.

Secara umum, produk tabungan yang ditujukan bagi pelajar dan program inklusi keuangan seperti SimPel dan TabunganKu menawarkan persyaratan saldo minimum yang lebih rendah guna mendorong akses layanan keuangan yang lebih luas. Sebaliknya, produk untuk segmen bisnis cenderung menetapkan batas saldo lebih tinggi seiring kebutuhan transaksi dan layanan yang lebih kompleks.

Dengan memahami perbedaan kebijakan ini, nasabah diharapkan dapat menyesuaikan pilihan produk tabungan sesuai kebutuhan finansial serta menghindari potensi biaya tambahan akibat saldo yang tidak memenuhi ketentuan. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *