Isolasi Olahraga Rusia Mulai Runtuh, Bendera Kembali ke Podium

Sejumlah federasi olahraga internasional sepanjang 2026 mulai mengembalikan hak atlet Rusia untuk tampil dengan bendera dan lagu kebangsaan, tetapi pembatasan masih bertahan di sejumlah cabang, terutama sepak bola.

MOSKOW – Pembatasan terhadap atlet Rusia di arena olahraga internasional mulai melonggar sepanjang 2026. Sejumlah federasi dunia kembali mengizinkan atlet Rusia bertanding dengan bendera, lagu kebangsaan, dan seragam nasional, meski pemulihan tersebut belum berlaku merata, terutama di cabang sepak bola.

Perubahan itu terjadi setelah selama beberapa tahun atlet Rusia dilarang mengikuti sejumlah kompetisi internasional atau hanya diperbolehkan tampil sebagai atlet netral tanpa simbol nasional. Pembatasan tersebut diberlakukan oleh berbagai organisasi olahraga setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Salah satu perubahan penting terjadi pada 13 April 2026 ketika World Aquatics mencabut pembatasan terhadap atlet senior berkewarganegaraan olahraga Rusia dan Belarus. Mereka kembali diperbolehkan berkompetisi dalam ajang World Aquatics dengan seragam, bendera, dan lagu kebangsaan masing-masing.

Langkah serupa diambil World Gymnastics pada Mei 2026. Federasi tersebut mencabut seluruh pembatasan terhadap atlet Rusia dan Belarus yang diberlakukan sejak Februari 2022.

Federasi Anggar Internasional (FIE) kemudian memutuskan menghapus langkah pembatasan terhadap atlet dan ofisial Rusia serta Belarus mulai Kejuaraan Dunia Anggar Senior 2026 di Hong Kong. Mereka diperbolehkan tampil menggunakan akronim negara, seragam, bendera, dan lagu kebangsaan masing-masing.

Perubahan berlanjut pada Juli. Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) memulihkan hak atlet pemegang paspor Rusia untuk mengikuti kompetisi dengan ketentuan normal mulai 28 Juli 2026. Keputusan tersebut mencakup nomor individu maupun beregu, meski aturan khusus Olimpiade tetap menjadi kewenangan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Pada 30 Juli 2026, World Boxing juga mencabut pembatasan terhadap atlet Rusia. Keputusan itu membuka jalan bagi petinju Rusia dari berbagai kelompok umur untuk kembali mengikuti kompetisi internasional dengan bendera dan lagu kebangsaan nasional, termasuk dalam rangkaian kompetisi yang berkaitan dengan kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Perkembangan tersebut berlangsung setelah IOC pada 7 Juli 2026 untuk sementara mencabut penangguhan terhadap Komite Olimpiade Rusia atau Russian Olympic Committee (ROC). IOC juga menyatakan rekomendasi sebelumnya mengenai pembatasan partisipasi atlet dan tim Rusia tidak lagi berlaku bagi federasi internasional.

Namun, keputusan IOC tidak secara otomatis memastikan kontingen Rusia dapat tampil menggunakan bendera dan lagu kebangsaan pada Olimpiade Los Angeles 2028. Ketentuan mengenai simbol nasional dan partisipasi di Olimpiade masih bergantung pada keputusan IOC serta persyaratan masing-masing cabang olahraga.

Tanda perubahan telah terlihat lebih awal pada Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Rusia kembali tercatat sebagai peserta dengan identitas nasional dan menempati peringkat ketiga klasemen akhir setelah mengoleksi delapan medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Atlet para-ski alpen Rusia Varvara Voronchikhina menjadi salah satu figur yang menonjol dengan meraih empat medali, terdiri atas dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Kemenangan tersebut juga menandai kembalinya bendera Rusia ke podium Paralimpiade setelah terakhir tampil dengan identitas nasional pada 2014.

Situasinya berbeda dengan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 pada Februari. Sejumlah atlet Rusia yang lolos masih tampil dengan status Atlet Netral Individu atau Individual Neutral Athletes (AIN), tanpa menggunakan simbol nasional.

Kembalinya identitas Rusia juga terlihat pada Kejuaraan Dunia Anggar 2026 di Hong Kong. Atlet anggar Rusia Pavel Graudyn merebut medali emas nomor sabre individu putra setelah mengalahkan atlet Korea Selatan Do Gyeong-dong di final. Graudyn tercatat mewakili Rusia setelah FIE mencabut pembatasan terhadap atlet negara tersebut.

Di cabang renang artistik, Rusia tampil dominan pada Kejuaraan Dunia Junior Renang Artistik World Aquatics di Budapest, Hongaria, 12-16 Agustus 2026. Rusia memuncaki klasemen dengan mengoleksi 10 medali, terdiri atas sembilan emas dan satu perunggu.

Namun, penerapan kebijakan di cabang olahraga air masih menunjukkan perbedaan antarorganisasi. Meski World Aquatics telah mengembalikan identitas nasional atlet Rusia, European Aquatics menunda penerapan kebijakan tersebut untuk kompetisi senior hingga 1 September 2026. Akibatnya, atlet Rusia dalam Kejuaraan Akuatik Eropa 2026 di Paris masih tampil dengan status netral.

Perubahan juga merambah olahraga otomotif. Pada pertengahan Agustus 2026, Federasi Otomotif Internasional (FIA) mencabut sejumlah pembatasan terhadap pembalap, tim nasional, peserta, dan ofisial Rusia serta Belarus. Penggunaan bendera, warna nasional, simbol, dan lagu kebangsaan kembali diperbolehkan, sedangkan larangan penyelenggaraan kompetisi internasional di wilayah Rusia dan Belarus tetap dipertahankan.

Pendiri lembaga penelitian SIKHA Foundation, Archil Sikharulidze, menilai perubahan kebijakan terhadap atlet Rusia tidak semata berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dipengaruhi perkembangan politik internasional. Menurutnya, proses pemulihan kemungkinan tidak berlangsung seragam karena setiap federasi memiliki kewenangan dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan aturan partisipasi.

Sepak bola menjadi salah satu contoh paling jelas mengenai batas pelonggaran tersebut. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sebelumnya menangguhkan tim nasional dan klub Rusia dari kompetisi mereka setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Hingga Agustus 2026, UEFA masih mencantumkan bahwa seluruh tim Rusia ditangguhkan dari kompetisinya sampai pemberitahuan lebih lanjut. Karena itu, keputusan IOC pada Juli belum serta-merta mengembalikan tim nasional maupun klub Rusia ke kompetisi sepak bola Eropa.

Rangkaian keputusan sepanjang 2026 menunjukkan bahwa isolasi olahraga terhadap Rusia belum berakhir sepenuhnya. Namun, kebijakan yang sebelumnya relatif luas kini berubah menjadi pendekatan berbeda pada setiap federasi. Sejumlah cabang telah mengembalikan bendera, lagu kebangsaan, dan identitas nasional Rusia, sementara cabang lainnya masih menerapkan status netral atau mempertahankan pembatasan. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *