Jelang Maulid Nabi, HST Gelar Pasar Murah di 9 Desa
BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok melalui sembilan titik pasar murah yang digelar secara bergiliran di sejumlah desa. Program tersebut disiapkan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi sekaligus menjadi langkah menjaga pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi.
Pasar murah yang dikoordinasikan Dinas Perdagangan (Disdag) HST tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (10/08/2026). Titik perdana berada di Taman Dwi Warna Barabai dalam rangkaian kegiatan Germas Ceria (Gerakan Remaja Sehat, Cerdas, Kreatif dan Berakhlak Mulia) serta Desa Kalibaru, Kecamatan Batu Benawa.
Kepala Disdag HST Irfan Sunarko mengatakan penyebaran lokasi pasar murah hingga ke desa merupakan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Program tersebut juga diarahkan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan sehari-hari menjelang momentum keagamaan.
“Pasar murah ini digelar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi menjelang Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, ” kata Kepala Disdag HST Irfan Sunarko di Barabai, Senin (10/08/2026), sebagaimana dilansir Antara, Senin, (10/08/2026).
Menurut Irfan, pelaksanaan pasar murah di berbagai desa juga merupakan tindak lanjut arahan Bupati HST Samsul Rizal dan Wakil Bupati (Wabup) HST Gusti Rosyadi Elmi. Selain membantu menjaga daya beli, pola distribusi tersebut diharapkan mengurangi kebutuhan warga untuk bepergian ke pusat kota hanya untuk memperoleh bahan pokok.
“Dengan pasar murah digelar di sejumlah desa ini, masyarakat jadinya tidak perlu jauh berbelanja ke kota,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Disdag HST menggandeng Dinas Ketahanan Pangan HST, Perum Bulog, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), distributor bahan pokok, agen liquefied petroleum gas (LPG), serta Kepolisian Resor (Polres) HST melalui program gerakan pangan murah.
Kolaborasi tersebut membuat komoditas yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada satu jenis kebutuhan. Masyarakat dapat memperoleh sejumlah bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk beras, minyak goreng, gula, bawang, mi instan, serta LPG tabung tiga kilogram.
“Dalam pasar murah ini disediakan berbagai kebutuhan bahan pokok murah bagi masyarakat, seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, mie instan, serta LPG 3 kilogram,” paparnya.
Rangkaian pasar murah selanjutnya akan menyasar delapan desa lain hingga 26 Agustus 2026. Setelah Desa Kalibaru pada Senin (10/08/2026), kegiatan dijadwalkan berlangsung di Desa Panggung, Kecamatan Haruyan, Selasa (11/08/2026); Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Rabu (12/08/2026); serta Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kamis (13/08/2026).
Program kemudian berlanjut di Desa Tapuk, Kecamatan Limpasu, Selasa (18/08/2026); Desa Lanjuk, Kecamatan Batang Alai Selatan, Rabu (19/08/2026); Desa Banua Kapayang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kamis (20/08/2026); Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara, Senin (24/08/2026); dan ditutup di Desa Awang Baru, Kecamatan Batang Alai Utara, Rabu (26/08/2026).
Dengan penyebaran titik layanan tersebut, Pemkab HST berharap manfaat program tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat perkotaan, tetapi juga warga di wilayah perdesaan. Pemerintah daerah juga menargetkan pasar murah dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga selama periode menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. []
Redaksi01
