Karhutla di Senaken Paser Hanguskan 1 Hektar, Api Nyaris Masuk Permukiman
Kebakaran lahan seluas satu hektare di Desa Senaken, Paser, berhasil dikendalikan petugas setelah sempat mengancam permukiman warga akibat angin kencang.
PASER – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Jl. Swadaya, Desa Senaken, Kabupaten Paser (Paser), Minggu (26/04/2026) sekitar pukul 15.22 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektare dan sempat mengancam permukiman warga di sekitar lokasi.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh seorang warga, Fahrul, saat api sudah dalam kondisi membesar. Lahan yang terbakar diketahui milik Wa Baco, dengan titik koordinat 1°53’44.0”S 116°13’25.2”E. Saat kejadian, kondisi cuaca cerah berawan disertai angin cukup kencang yang mempercepat penyebaran api.
Menurut keterangan saksi di lokasi, kobaran api dengan cepat meluas akibat hembusan angin. Situasi tersebut membuat api bergerak mendekati kawasan permukiman warga sehingga memicu kekhawatiran akan potensi dampak yang lebih besar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Paser segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya ini dilakukan guna mencegah api meluas dan menjangkau area permukiman.
Regu piket di bawah komando Muhtadin melakukan penanganan di lapangan dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit motor trail. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser turut membantu dengan mengerahkan satu unit tangki suplai air berkapasitas 5.000 liter.
“Petugas melakukan penyemprotan di titik api dan area sekitarnya untuk mengendalikan penyebaran,” ujar Muhtadin.
Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, api berhasil dikendalikan. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, kondisi cuaca panas dan angin kencang diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, khususnya saat musim kemarau. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
