Kemenkop Siapkan Koperasi Susu Masuk Rantai Pasok Program MBG
PASURUAN – Pemerintah menyiapkan langkah untuk memperkuat peran koperasi susu sebagai pemasok dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan regulasi, modernisasi fasilitas produksi, hingga penguatan rantai distribusi agar koperasi mampu memasok susu berkualitas secara berkelanjutan.
Langkah tersebut disampaikan dalam peluncuran penguatan koperasi susu di Koperasi Usaha Ternak Tani (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Kamis (30/07/2026). Sebagaimana diberitakan Antara, Kamis (30/07/2026), Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah mengawal penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai operasional Koperasi Merah Putih untuk mengintegrasikan koperasi susu ke dalam rantai pasok MBG.
Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, mengatakan penguatan koperasi susu menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pangan nasional yang terintegrasi dari sektor produksi hingga distribusi.
“Kita memastikan susu pasteurisasi yang diminum anak-anak diproduksi langsung oleh peternak rakyat melalui koperasi,” ujarnya.
Menurut Koko, pemerintah juga akan memperkuat kapasitas koperasi melalui penyediaan mesin pasteurisasi, peningkatan sarana penyimpanan berpendingin atau cold chain, serta pengembangan infrastruktur pendukung lainnya. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas susu segar sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat MBG.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, M Shobih Asrori, menilai Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi susu nasional. Namun, ia menegaskan koperasi susu perlu meningkatkan perannya agar tidak hanya menjadi penampung hasil produksi peternak, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat.
Selain itu, Shobih menekankan pentingnya peningkatan literasi dan pengetahuan bagi peternak agar produktivitas dan kualitas susu tetap memenuhi standar industri.
Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menyampaikan Provinsi Jatim masih menjadi penyumbang terbesar produksi susu nasional dengan kontribusi hampir 60 persen. Menurutnya, koperasi yang hadir dalam peluncuran tersebut mewakili sekitar 80 persen produksi susu Jatim yang berada di bawah naungan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).
Evi berharap pemerintah segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Persusuan sebagai landasan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan peternak sapi perah rakyat di tengah persaingan perdagangan bebas.
Ia menambahkan, penguatan koperasi susu akan memperbesar kontribusi koperasi sebagai pemasok susu pasteurisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program MBG.
“Semoga pemerintah tidak lupa bahwa ada peternak yang butuh uluran tangan, perlu diperkuat dan diberdayakan karena koperasi susu adalah wajah asli ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Evi.
Melalui penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi antara pemerintah serta koperasi, diharapkan pasokan susu lokal untuk Program MBG dapat terus meningkat sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak sapi perah di berbagai daerah. []
Redaksi01
