Ki Hajar Dewantara Award 2026 Perkuat Diplomasi Mahasiswa Indonesia–Rusia

KBRI Moskow menggelar Ki Hajar Dewantara Award 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswa Indonesia dan Rusia yang berkontribusi dalam diplomasi pendidikan dan penguatan hubungan bilateral kedua negara.

MOSKOW – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow kembali menggelar Ki Hajar Dewantara Award 2026 dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Jumat (02/05/2026), di Ruang Serbaguna KBRI Moskow. Kegiatan yang didukung Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) tersebut menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa Indonesia dan Rusia yang dinilai berkontribusi dalam penguatan diplomasi pendidikan serta hubungan bilateral Indonesia–Rusia.

Ajang penghargaan tersebut diikuti 22 peserta dan memberikan apresiasi dalam enam kategori, yakni Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Sosial, Kepemimpinan dan Diplomasi, Seni, Bahasa dan Budaya, serta Riset Inovasi dan Penelitian.

Empat mahasiswa Indonesia terpilih sebagai penerima penghargaan. Mereka adalah Gerry Utama dari Saint Petersburg State University untuk kategori STEM, Teguh Imanullah dari Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University untuk kategori Sosial, Kepemimpinan dan Diplomasi, Reef Harvest Glorify Sweaty dari Irkutsk National Research Technical University untuk kategori Seni, Bahasa dan Budaya, serta Dennis Gabriel Tinambunan dari South Ural State University untuk kategori Riset Inovasi dan Penelitian.

Selain mahasiswa Indonesia, KBRI Moskow juga memberikan penghargaan kepada dua mahasiswa Federasi Rusia yang dinilai aktif mempromosikan Indonesia melalui jalur pendidikan dan kebudayaan. Mereka adalah Ksenia Korsheva dari Lomonosov Moscow State University untuk kategori Seni, Bahasa dan Budaya, serta Ulyana Klimenko dari universitas yang sama untuk kategori Sosial dan Diplomasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ksenia Korsheva dan Ulyana Klimenko turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Pendidikan Nasional dan pelaksanaan Ki Hajar Dewantara Award 2026. Ksenia mengaku bersyukur atas perhatian KBRI Moskow terhadap mahasiswa Rusia yang berperan memperkenalkan Indonesia di negaranya.

Mengusung tema “Peran Diplomasi Mahasiswa Indonesia di Rusia”, kegiatan dibuka langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares. Dalam sambutannya, Dubes RI menekankan pentingnya nilai-nilai Ki Hajar Dewantara sebagai landasan etik dan intelektual dalam pendidikan.

Ia juga berharap mahasiswa Indonesia di Rusia dapat terus mengoptimalkan peran sebagai agen diplomasi untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Khoirul Rosyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk mahasiswa Indonesia di Rusia.

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia (RI) Moskow Hartyo Harkomoyo, Atase Pertahanan RI di Moskow, Atase Perdagangan, jajaran pejabat KBRI Moskow, dosen Institute of Asian and African Countries Marina Frolova, mahasiswa Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Rusia, serta mahasiswa Indonesia dari berbagai wilayah di Rusia.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Terbuka, Nyimas Dewi Ratih Kamil, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan diplomasi pendidikan melalui ajang tersebut.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara inklusif melalui sistem luring dan daring menggunakan platform Zoom guna mengakomodasi mahasiswa Indonesia di berbagai kota Rusia. Beberapa penerima penghargaan bahkan hadir langsung dari Saint Petersburg dan Irkutsk.

Melalui kegiatan tersebut, KBRI Moskow berharap mahasiswa Indonesia di Rusia semakin aktif mengembangkan kapasitas intelektual serta memperkuat kontribusi nyata dalam hubungan bilateral Indonesia–Rusia sesuai bidang keilmuan masing-masing. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan malam bersama dengan sajian khas Indonesia. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *