Suntikan Dana Jumbo BCA Dorong Ekspansi Data Center DCII
JAKARTA – Strategi ekspansi PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mendapat dukungan pendanaan besar setelah mengantongi fasilitas kredit senilai Rp17 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pusat data guna memenuhi lonjakan permintaan layanan digital.
Perjanjian fasilitas kredit tersebut diteken pada 30 April 2026. Dana pembiayaan akan difokuskan pada belanja modal, khususnya pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data (data center) yang telah memiliki kontrak dengan pelanggan.
“Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak,” tulis manajemen DCII dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5/2026), sebagaimana diberitakan IDXChannel, Selasa (05/05/2026).
Dalam skema pembiayaan tersebut, DCII menyiapkan sejumlah jaminan berupa aset tanah dan bangunan milik perusahaan, seluruh mesin dan peralatan pusat data yang telah dimiliki maupun yang akan diperoleh, serta tagihan atas klaim asuransi. Selain itu, rekening giro perseroan di Bank BCA juga digunakan sebagai agunan sementara hingga seluruh jaminan lainnya terikat secara sempurna.
Manajemen DCII memastikan fasilitas kredit ini tidak akan berdampak negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
“Sebaliknya fasilitas kredit ini dapat memperkuat struktur pendanaan jangka panjang DCII, terutama dalam mendukung penyelesaian proyek serta pemenuhan layanan yang telah terkontrak,” tutur manajemen.
Di sisi pasar, saham DCII tercatat stagnan di level Rp198.250 per saham hingga Selasa (05/05/2026), dengan tren koreksi sebesar 1,77 persen dalam satu bulan terakhir dan penurunan 9,59 persen dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan dinamika respons investor terhadap ekspansi berbasis utang tersebut. []
Redaksi… | Penyunting: Redaksi01
