Maluku Buka Keran Investasi, Gandeng Kadin Perkuat UMKM

AMBON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menegaskan strategi pemulihan dan percepatan ekonomi daerah dengan membuka ruang investasi seluas-luasnya sekaligus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemitraan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam kegiatan Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Maluku periode 2025–2030 di Kota Ambon, Senin. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi daerah.

“Potensi ini harus didukung dengan penguatan investasi dan pemberdayaan UMKM agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Maluku memiliki keunggulan di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan energi yang membutuhkan dukungan investasi agar dapat berkembang maksimal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kadin dinilai strategis dalam menjembatani kepentingan pemerintah dan pelaku usaha.

Selain mendorong investasi, Pemprov Maluku juga menempatkan UMKM sebagai fondasi utama ekonomi daerah. “Sebagian besar pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor UMKM. Oleh karena itu, Kadin harus mampu menjadi motor penggerak dalam membantu UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” katanya, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Senin (28/04/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan inklusif, tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal serta aspek keberlanjutan lingkungan. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, namun investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam mendukung agenda tersebut, Pemprov Maluku juga tengah mengembangkan proyek strategis berupa pembangunan kawasan pelabuhan terpadu guna memperkuat konektivitas antarpulau. Infrastruktur ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik sekaligus memperkuat daya saing daerah kepulauan.

“Sebagai daerah kepulauan, Maluku membutuhkan infrastruktur logistik yang kuat. Pengembangan pelabuhan terpadu akan menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing daerah,” katanya menjelaskan.

Di akhir pernyataannya, Lewerissa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan ekonomi. “Jika daerah lain bisa maju, maka Maluku juga pasti bisa. Kuncinya adalah kerja sama, kerja keras, dan komitmen bersama untuk melihat peluang di tengah tantangan,” ujar dia.

“Saya berharap Kadin Maluku dapat menjadi jembatan yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” katanya. []

Penulis: Ode Dedy Lion Abdul Azis | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *