Model Hunian TOD Manggarai Akan Diterapkan di Lokasi Lain

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan perluasan hunian vertikal terjangkau berbasis Transit-Oriented Development (TOD) ke sejumlah kawasan perkotaan setelah konsep serupa dikembangkan di Manggarai, Jakarta. Skema tersebut akan didorong melalui kolaborasi pemanfaatan aset negara dan pembiayaan perbankan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan hunian TOD Manggarai menjadi salah satu model yang ingin dikembangkan di lokasi lain. Dalam skema tersebut, lahan disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), sedangkan pembiayaan melibatkan perbankan.

“Ini yang kemarin di Manggarai BTN yang membiayai, lahannya kereta api. Jadi sedang disiapkan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di tempat-tempat lain nanti juga dengan bank yang lain. Jadi kita berusaha untuk bisa jalan masif,” ujar Maruarar atau disapa Ara, di Jakarta, Jumat (18/09/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (18/09/2026).

Maruarar mengatakan pembahasan untuk memperluas skema tersebut akan dilakukan bersama KAI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Pertemuan tersebut diharapkan dapat memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hunian berbasis transit.

“Mudah-mudahan saya lagi berencana untuk janjian nanti (bertemu) dengan Dirut KAI dan juga Dirut BRI. Kita sudah janjian untuk beberapa tempat, mungkin tempat yang lain,” katanya pula.

Pengembangan hunian vertikal menjadi salah satu fokus Kementerian PKP, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Pemerintah mendorong pemanfaatan aset milik negara agar pembangunan rumah susun (rusun) subsidi dapat berlangsung lebih cepat.

Selain pemanfaatan aset negara, percepatan pembangunan rusun juga mendapat dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Salah satu dukungan tersebut berasal dari Astra, sementara sejumlah pihak lainnya turut membuka peluang pemanfaatan lahan untuk pembangunan hunian.

Model Manggarai dinilai menunjukkan pola kolaborasi antara pemilik aset dan lembaga pembiayaan dalam penyediaan hunian rakyat. Dalam proyek tersebut, KAI menyediakan lahan, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan skema pembiayaan bagi masyarakat.

BTN sebelumnya menyiapkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun dan suku bunga 6 persen sampai lunas untuk hunian vertikal terjangkau di TOD Manggarai. Skema pembiayaan berjangka panjang itu ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah di kawasan perkotaan sekaligus menjaga keterjangkauan cicilan dan kepastian suku bunga.

Perluasan konsep tersebut akan bergantung pada kesiapan lahan, dukungan pembiayaan, serta kolaborasi antara pemerintah, pemilik aset, dan perbankan. Jika direalisasikan di sejumlah lokasi, hunian berbasis transit diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya penyediaan rumah terjangkau di kawasan perkotaan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *