Okupansi Hotel Surakarta Naik, Hotel Bintang 4 dan 5 Paling Diburu

SURAKARTA – Tingkat hunian hotel di Kota Surakarta menunjukkan tren peningkatan pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta mencatat okupansi hotel berbintang mencapai 43,09 persen atau naik dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 42,67 persen.

Peningkatan tersebut memperlihatkan mulai menguatnya aktivitas sektor pariwisata dan perjalanan bisnis di Kota Surakarta. Kenaikan okupansi paling tinggi ditopang hotel berbintang kategori empat dan lima yang menjadi pilihan utama tamu domestik maupun mancanegara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Ratna Setyowati, mengatakan tingkat penghunian kamar hotel berbintang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Tingkat hunian tertinggi terdapat di hotel bintang 4 dan 5 yang mencapai 48,04 persen. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, TPK hotel bintang secara rata-rata naik signifikan sebesar 12,92 poin,” ujar Ratna sebagaimana dilansir RRI, Rabu, (06/05/2026).

Selain hotel berbintang, peningkatan juga terjadi pada hotel nonbintang. Pada Maret 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel nonbintang mencapai 24 persen, naik 1,37 poin dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebesar 22,63 persen.

Meski tingkat hunian meningkat, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang justru mengalami penurunan tipis. Pada Maret 2026, rata-rata lama menginap tamu tercatat 1,39 hari atau turun 0,04 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“Rata-rata lama menginap terlama terjadi di hotel bintang 4 dan 5 dengan durasi 1,52 hari. Sementara yang terendah berada di hotel bintang 1 dengan rata-rata 1,06 hari,” ucapnya.

BPS Surakarta juga mencatat pola menginap wisatawan mancanegara di sejumlah hotel berbintang. Rata-rata lama menginap tamu asing selama Maret 2026 mencapai 2,15 hari, meski turun dibanding Februari 2026 yang mencapai 2,48 hari.

Sementara itu, wisatawan nusantara tercatat memiliki rata-rata lama menginap sebesar 1,38 hari. Hotel bintang empat dan lima masih menjadi pilihan utama tamu domestik dengan rata-rata masa tinggal mencapai 1,51 hari.

“Untuk tamu domestik, durasi menginap terlama juga terkonsentrasi di hotel bintang 4 dan 5 selama 1,51 hari, sedangkan yang paling singkat di hotel bintang 1 selama 1,06 hari,” ujar Ratna.

Peningkatan okupansi hotel di Surakarta diharapkan dapat berdampak terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, jasa transportasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah yang bergantung pada aktivitas wisatawan dan perjalanan bisnis di Kota Bengawan. []

Penulis: Siti Fatimah| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *