Promo Hotel Besar-Besaran, Archipelago Bidik Lonjakan Wisatawan

JAKARTA – Momentum libur panjang pada Mei hingga Juni 2026 dimanfaatkan pelaku industri perhotelan untuk mendongkrak tingkat hunian kamar. Salah satunya dilakukan Archipelago Hotels yang meluncurkan program promo menginap dengan potongan harga hingga 40 persen di lebih dari 140 hotel di berbagai daerah di Indonesia.

Program bertajuk Time Out, Relax tersebut berlaku untuk periode pemesanan 1-31 Mei 2026 dengan masa menginap hingga 30 Juni 2026. Promo ini menyasar peningkatan mobilitas wisatawan selama tiga periode long weekend, yakni Hari Buruh pada 1 Mei, Kenaikan Yesus Kristus pada 29 Mei, dan Iduladha pada 6 Juni 2026.

Chief Commercial Officer (CCO) Archipelago Hotels, Chris Legaspi, mengatakan program tersebut disiapkan untuk memberikan alternatif akomodasi dengan harga terjangkau di tengah tingginya permintaan perjalanan wisata dan bisnis.

“Kami ingin memastikan setiap tamu bisa beristirahat sejenak dengan harga kompetitif,” ujarnya sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Rabu, (06/05/2026).

Promo tersebut mencakup jaringan hotel dari tujuh merek, yakni Aston, The Alana, Harper, Quest Hotels, Hotel Neo, fave, dan Kamuela Villas. Penawaran tersedia di sejumlah destinasi utama seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bali, Yogyakarta, Lombok, hingga Makassar.

Pemesanan promo hanya dapat dilakukan melalui kanal direct booking dengan pilihan paket room only maupun room with breakfast. Strategi itu dinilai menjadi upaya perusahaan untuk memperkuat penjualan langsung sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.

Sementara itu, Corporate Communications & Public Relations (PR) Senior Director Archipelago Hotels, Sari Kusumaningrum, menyebut program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, termasuk kota-kota sekunder yang memiliki potensi pertumbuhan sektor pariwisata.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi sektor usaha penunjang pariwisata seperti kuliner, transportasi, dan usaha mikro kecil menengah.

Program promo ini menjadi salah satu strategi industri perhotelan dalam memanfaatkan momentum libur nasional guna menjaga tingkat okupansi hotel tetap stabil sekaligus memperkuat pemulihan sektor pariwisata domestik sepanjang semester pertama 2026. []

Penulis: Benny Benke| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *