Omzet UKM Jateng Corner Meningkat, UMKM Jateng Didorong Perluas Pasar
SEMARANG – Pertumbuhan omzet hingga perluasan akses pasar menjadi fokus pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Setelah membukukan peningkatan penjualan pada 2025, galeri produk lokal tersebut kini diperkuat untuk menjangkau lebih banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memanfaatkan kedatangan ribuan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 sebagai peluang memperluas pasar.
Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan omzet UKM Jateng Corner mencapai Rp449 juta pada 2024. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp657 juta pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, galeri yang menjadi ruang promosi dan pemasaran produk lokal itu telah membukukan omzet sebesar Rp439 juta.
Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen menilai peningkatan omzet tersebut perlu diikuti dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha yang memperoleh akses untuk memasarkan produknya. Saat meresmikan wajah baru UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Selasa (01/09/2026), ia mendorong agar galeri tersebut semakin terbuka bagi UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Jateng.
“Yang paling utama adalah di UKM Corner ini semakin banyak pelaku UKM yang masuk. Ada peningkatannya. Artinya merangkul UMKM-UMKM yang lain,” kata Taj Yasin mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Saat ini, UKM Jateng Corner menampung produk dari 142 UMKM. Sebanyak 88 pelaku usaha bergerak di bidang fashion, sedangkan 54 lainnya berasal dari sektor makanan dan minuman.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng berharap keberadaan galeri tersebut tidak hanya menjadi tempat penjualan produk, tetapi berkembang sebagai bagian dari jaringan promosi UMKM yang saling terhubung. Salah satu rencana yang didorong adalah menghubungkan UKM Jateng Corner di bandara dengan titik promosi produk UMKM di stasiun.
Dengan pola tersebut, pengunjung yang memasuki Jateng melalui berbagai jalur transportasi dapat memperoleh informasi mengenai produk unggulan dan sentra UMKM di berbagai daerah. Keterhubungan antartitik promosi juga diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Pengembangan galeri turut didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat pengelolaan galeri, serta memperluas akses pemasaran bagi UMKM.
Selain memperbanyak jumlah pelaku usaha yang terlibat, Wagub Jateng juga mendorong peningkatan standar produk yang dipasarkan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penguatan sertifikasi halal bagi produk UMKM yang masuk ke UKM Jateng Corner.
“UMKM kita ini kalau bisa juga memberikan contoh. Karena berdekatan dengan MTQ, nanti outlet juga kita kurasi, kita daftarkan ke halal,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Jateng Desi Arijani mengatakan galeri UMKM di Bandara Ahmad Yani pertama kali dibuka pada 5 Maret 2019 melalui kerja sama Pemprov Jateng dengan PT Angkasa Pura I. Setelah beroperasi sekitar tujuh tahun, galeri tersebut menjalani renovasi sekaligus rebranding menjadi UKM Jateng Corner.
“Ini menunjukkan bahwa keberadaan galeri memiliki potensi yang baik sebagai sarana promosi sekaligus pemasaran bagi produk UMKM kita,” katanya, sebagaimana diberitakan Jatengpos, Selasa (01/09/2026).
Untuk menjaga pertumbuhan penjualan, pengelola akan melakukan evaluasi produk secara berkala. Kualitas barang yang dipamerkan juga akan terus ditingkatkan agar mampu menarik minat konsumen dan mendorong kenaikan omzet.
Kemudahan transaksi menjadi bagian dari pengembangan layanan. UKM Jateng Corner bekerja sama dengan Bank Jateng dengan menyediakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Electronic Data Capture (EDC). Pengelolaan stok serta mekanisme pengisian kembali produk juga akan diperkuat agar barang tetap tersedia ketika dibutuhkan konsumen.
Dengan luas sekitar 120 meter persegi, UKM Jateng Corner kini hadir dengan tampilan baru. Penataan rak display dibuat lebih rapi dan pencahayaan diperbaiki agar produk UMKM lebih mudah terlihat oleh pengunjung bandara.
Momentum MTQ Nasional ke-31 yang akan berlangsung di Jateng pada 11-20 September 2026 juga menjadi peluang tambahan untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen dari berbagai provinsi. Kedatangan ribuan peserta dan pengunjung diharapkan tidak hanya mendorong transaksi selama pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memperluas pengenalan produk UMKM Jateng sebagai oleh-oleh dan komoditas unggulan daerah. []
Redaksi01
