Pasokan Tersendat, Harga Cabai di Cirebon Naik Tajam
CIREBON – Kenaikan harga cabai menjadi pemicu utama dinamika harga pangan di pasar tradisional Kabupaten Cirebon pada Senin (27/04/2026), meski sebagian besar komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir terpantau stabil.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), harga cabai menunjukkan lonjakan paling signifikan dibanding komoditas lain, sebagaimana diberitakan Bisnis, Senin, (27/04/2026). Cabai merah besar naik 9,54 persen menjadi Rp49.350 per kilogram, cabai rawit hijau meningkat 8,81 persen ke Rp53.750 per kilogram, dan cabai merah keriting naik 5,02 persen ke Rp49.200 per kilogram.
Di sisi lain, cabai rawit merah justru mengalami penurunan 7,55 persen, meskipun masih berada pada harga tinggi sebesar Rp67.950 per kilogram. Fluktuasi harga cabai ini dipengaruhi oleh terganggunya pasokan dari daerah pemasok seperti Brebes dan Garut akibat faktor cuaca.
“Cabai memang lagi naik, kiriman agak berkurang. Pembeli juga sekarang lebih selektif, biasanya beli sekilo sekarang setengah saja,” ujar salah satu pedagang di Pasar Sumber.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti Sumber dan Pasalaran menunjukkan bahwa kenaikan harga cabai telah berlangsung dalam sepekan terakhir. Kondisi ini turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat yang mulai menyesuaikan jumlah pembelian.
Sementara itu, harga beras sebagai komoditas utama tetap stabil di seluruh kategori. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.150 per kilogram, medium I Rp15.350 per kilogram, dan kualitas super I berada di level Rp17.100 per kilogram, menandakan pasokan relatif aman.
Pada komoditas protein hewani, harga cenderung mengalami penurunan tipis. Daging ayam ras dijual Rp36.600 per kilogram atau turun 0,54 persen, telur ayam ras turun 2,07 persen menjadi Rp28.350 per kilogram, dan daging sapi kualitas I berada di angka Rp155.150 per kilogram atau turun 0,35 persen.
Untuk komoditas lainnya, harga minyak goreng dan gula pasir relatif tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah berada di Rp22.850 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan berkisar Rp22.550 hingga Rp23.150 per kilogram. Harga gula pasir premium tercatat Rp19.450 per kilogram dan gula lokal Rp18.700 per kilogram.
“Yang naik sekarang paling terasa cabai. Kalau minyak sama gula masih normal,” kata pedagang lainnya di Pasar Plered.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan di Cirebon masih terjaga secara umum, meskipun tekanan dari komoditas hortikultura seperti cabai tetap menjadi perhatian utama akibat faktor pasokan dan cuaca. []
Penulis: Hakim Baihaqi | Penyunting: Redaksi01
