Perempuan PLN Hadirkan Terang hingga Pelosok Kalimantan
BALIKPAPAN – Peran perempuan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah timur Indonesia semakin menguat, seiring kontribusi para Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) yang terlibat langsung menghadirkan listrik hingga ke daerah terpencil dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan PLN UIP KLT untuk menegaskan komitmen terhadap kesetaraan peran perempuan dalam sektor energi, termasuk dalam proyek pembangunan yang mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (27/04/2026). Para Srikandi PLN tidak hanya berperan sebagai tenaga profesional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan akses listrik menjangkau masyarakat luas.
Ketua Srikandi PLN UIP KLT, Yulina, menyatakan bahwa semangat emansipasi perempuan menjadi landasan dalam menjalankan tugas di lapangan, terutama dalam menghadapi tantangan geografis dan sosial.
“Setiap perempuan memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Di PLN, kami tidak hanya bekerja untuk menghadirkan listrik, tetapi juga untuk memberi arti bagi masyarakat. Di situlah makna pengabdian kami,” tuturnya penuh keyakinan.
Sementara itu, General Manager (GM) PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa perusahaan terus membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang di sektor ketenagalistrikan yang selama ini didominasi laki-laki.
“Srikandi PLN adalah bagian penting dari perjalanan pembangunan ini. Mereka tidak hanya profesional dalam pekerjaan, tetapi juga mampu menjalankan peran sebagai ibu, perempuan, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kontribusi nyata terlihat dari keterlibatan langsung para pekerja perempuan di lapangan. Salah satunya Salsa Dina Amalia yang bertugas di lokasi proyek dengan kondisi medan berat dan keterbatasan fasilitas. Ia harus meninggalkan kenyamanan serta waktu bersama keluarga demi memastikan proyek berjalan sesuai target.
“Melihat listrik hadir dan masyarakat bisa menikmati terang, itu kebahagiaan yang tidak bisa digantikan apa pun. Semua lelah terasa lunas,” ungkapnya lirih, namun penuh bangga.
Pengalaman serupa juga dirasakan Ainun Jaria Nur Rahmat yang bertugas di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang tergolong kawasan 3T. Tantangan akses dan kondisi geografis menjadi bagian dari keseharian pekerjaannya.
“Bagi kami, terang bukan hanya soal listrik. Ini tentang harapan. Tentang masa depan anak-anak yang kini punya kesempatan untuk bermimpi lebih jauh,” ujarnya.
PLN UIP KLT menilai keberadaan perempuan dalam proyek ketenagalistrikan tidak hanya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga menghadirkan perspektif baru dalam pembangunan yang lebih inklusif. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan listrik sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil.
Melalui peringatan Hari Kartini, PLN UIP KLT menegaskan komitmen untuk terus mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor energi, sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
