Pelni Hentikan Sementara Operasional KM Egon dan KM Wilis, Ini Alasannya
BATULICIN – Layanan dua kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), yakni Kapal Motor (KM) Egon dan KM Wilis, dihentikan sementara hingga akhir Agustus 2026 karena menjalani perawatan berkala (docking). Kondisi tersebut membuat masyarakat yang selama ini mengandalkan kedua kapal itu untuk perjalanan antardaerah harus menggunakan alternatif transportasi laut lain selama masa perawatan berlangsung.
Kepala PT Pelni Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel), Anita Lestari mengatakan, penghentian operasional kedua kapal dilakukan karena proses docking telah berlangsung sejak akhir Juli 2026.
“Dua kapal tersebut menjalani docking sejak akhir Juli dan diperkirakan akan rampung akhir Agustus 2026. Namun, kami terus memastikan perkembangan proses docking agar kapal dapat segera kembali dioperasikan untuk melayani masyarakat,” kata Anita, di Batulicin, Jumat (21/08/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (21/08/2026).
KM Egon selama ini menjadi salah satu kapal yang melayani perjalanan dari Batulicin menuju sejumlah kota di Indonesia. Jalur pelayaran kapal tersebut mencakup Batulicin, Surabaya, Parepare, Bontang, Lembar di Lombok, hingga Waingapu di Pulau Sumba.
Sementara itu, KM Wilis memiliki cakupan rute yang cukup panjang dengan menghubungkan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara, Kalsel, dan Sulawesi Selatan. Kapal tersebut melayani perjalanan dari Batulicin, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Waikelo, Waingapu, Ende, Kupang, hingga Kalabahi.
Penghentian sementara kedua kapal tersebut menjadi perhatian karena layanan Pelni selama ini digunakan masyarakat sebagai salah satu pilihan transportasi laut antardaerah. Terlebih, rute yang dilayani KM Egon dan KM Wilis mencakup sejumlah daerah yang memiliki keterhubungan transportasi laut dengan Batulicin.
Selama proses perawatan berlangsung, Pelni belum menyiapkan kapal pengganti untuk mengambil alih seluruh rute yang biasanya dilayani KM Egon dan KM Wilis. Karena itu, pengguna jasa yang membutuhkan perjalanan laut selama masa docking disarankan memanfaatkan kapal milik perusahaan pelayaran swasta.
Kondisi tersebut membuat keberadaan layanan alternatif menjadi penting, khususnya bagi masyarakat yang telah memiliki kebutuhan perjalanan antardaerah selama periode penghentian sementara operasional kedua kapal. Pelni berharap proses perawatan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga layanan pelayaran kembali normal setelah kapal selesai menjalani perawatan.
Penghentian operasional kedua kapal juga berdampak pada program pengiriman bantuan kemanusiaan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, Pelni memiliki program pembebasan biaya pengiriman bantuan logistik bagi korban gempa bumi di wilayah tersebut.
Program itu berkaitan dengan gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di sekitar wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Namun, layanan bantuan dari Pelni Cabang Batulicin belum dapat dibuka karena kapal yang biasanya melayani rute tersebut sedang menjalani docking.
“Namun karena kapal yang biasanya melayani rute tersebut menjalani proses docking maka Pelni Batulicin tidak membuka posko bantuan,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, penyelesaian perawatan KM Egon dan KM Wilis menjadi penting agar konektivitas pelayaran dari Batulicin menuju berbagai daerah kembali tersedia. Selain memulihkan layanan penumpang, kembalinya kedua kapal juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengiriman barang dan bantuan logistik melalui jalur laut. []
Redaksi01
