Pemerintah Percepat Transformasi Koperasi Lewat Tiga Strategi Utama
PAMEKASAN – Pemerintah mempercepat transformasi koperasi melalui tiga strategi utama, yakni modernisasi kelembagaan, penguatan tata kelola, dan digitalisasi layanan. Langkah tersebut disiapkan agar koperasi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan transformasi koperasi dimulai dengan membangun citra baru yang lebih modern agar mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan koperasi.
“Pertama, membangun kembali citra koperasi agar lebih diminati generasi muda melalui wajah koperasi yang modern, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Ferry Juliantono saat menghadiri silaturahmi dengan tokoh ulama dan pegiat koperasi di Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (21/07/2026), sebagaimana dilansir Antara, Selasa (21/07/2026).
Selain membangun citra baru, pemerintah juga memperkuat tata kelola koperasi melalui pembenahan kelembagaan serta pengembangan model bisnis agar koperasi memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga mendorong percepatan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aktivitas usaha koperasi. Menurut Ferry, digitalisasi menjadi bagian penting dari transformasi layanan sekaligus upaya memperluas pengembangan usaha koperasi di berbagai daerah.
“Dan gerak cepat di bidang digital ini penting sebagai bagian dari transformasi layanan dan pengembangan usaha,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengungkapkan hingga 21 Juli 2026 sebanyak 18.285 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 30.000 unit pada Agustus 2026.
Untuk mendukung pengelolaan koperasi yang profesional, pemerintah juga telah menyiapkan 30.000 manajer KDKMP. Kehadiran tenaga profesional tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami juga telah mempersiapkan sebanyak 30 ribu manajer KDKMP agar pengelolaannya profesional,” katanya lagi.
Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, seluruh layanan ekonomi masyarakat akan diintegrasikan melalui KDKMP, mulai dari penyaluran elpiji 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kalau koperasi kuat, maka desa juga kuat. Ketika ekonomi desa tumbuh, pedagang dapat pasar lebih luas, UMKM berkembang, dan kesejahteraan masyarakat jelas akan meningkat,” kata Menkop pula.
Melalui penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan perluasan jaringan layanan ekonomi, pemerintah berharap koperasi mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []
Redaksi01
