Perdagangan Indonesia-Uni Eropa Capai 29 Miliar Euro, Kadin Incar Investasi

0
Perdagangan Indonesia-Uni Eropa Capai 29 Miliar Euro, Kadin Incar Investasi

BRUSSEL – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) menghasilkan manfaat langsung bagi pelaku usaha melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja. Implementasi kesepakatan tersebut dinilai harus melampaui penurunan tarif perdagangan dan diwujudkan dalam aktivitas ekonomi yang konkret.

Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan hal tersebut dalam forum Indonesia-EU Business Forum Networking Lunch di Radisson Collection Hotel, Brussel, Belgia, Jumat (06/11/2026) waktu setempat. Dalam forum itu, ia menjadi pembicara utama dan membahas arah kemitraan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa di tengah ketidakpastian global.

Anindya menilai hubungan ekonomi kedua pihak memiliki fondasi panjang yang dapat dikembangkan melalui perdagangan, investasi, dan kerja sama lintas sektor. Salah satu landasannya adalah Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama (Partnership and Cooperation Agreement) yang berlaku sejak 2014.

“Indonesia dan Eropa memiliki hubungan panjang yang dibangun melalui perdagangan, investasi, dan kerja sama di berbagai sektor. Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama (Partnership and Cooperation Agreement) yang berlaku sejak 2014 telah menjadi landasan penting bagi hubungan tersebut,” ujar Anindya, sebagaimana diberitakan AADT Today, Minggu, (08/11/2026).

Besarnya potensi hubungan ekonomi itu tercermin dari nilai perdagangan barang Indonesia dan Uni Eropa yang mencapai sekitar 29 miliar euro pada 2025. Uni Eropa juga termasuk salah satu mitra utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi.

Namun, Anindya mengingatkan bahwa nilai perdagangan tersebut perlu menjadi pijakan untuk memperluas manfaat kerja sama. Menurut dia, ketidakpastian perdagangan global, tantangan rantai pasok, kebutuhan ketahanan energi, dan perubahan arus investasi membuat kedua pihak perlu memperkuat kolaborasi ekonomi.

Indonesia dan Uni Eropa dinilai mempunyai kekuatan yang saling melengkapi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru. Karena itu, IEU-CEPA diharapkan dapat membuka akses produk Indonesia ke pasar Eropa melalui penurunan tarif sekaligus mendorong perusahaan Eropa memperluas investasi dan kegiatan usaha di Indonesia.

Anindya menegaskan ukuran keberhasilan perjanjian tersebut tidak cukup dilihat dari selesainya proses perundingan. Manfaatnya harus tercermin dalam perkembangan perusahaan, peningkatan investasi, dan terbentuknya kesempatan kerja di kedua kawasan.

“Di luar perdagangan, CEPA dapat mendorong investasi, transfer teknologi, penguatan kemitraan industri, serta integrasi rantai pasok yang lebih erat. Ukuran keberhasilannya adalah berkembangnya dunia usaha, terealisasinya investasi, dan terciptanya lapangan kerja bersama,” kata Anindya.

Perundingan IEU-CEPA yang berlangsung hampir satu dekade dinyatakan rampung pada September 2025. Kesepakatan tersebut kemudian memasuki tahapan menuju penandatanganan dan implementasi sebagai babak baru hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa.

Bagi Indonesia, peluang kerja sama tidak hanya terletak pada peningkatan ekspor, tetapi juga pengembangan kapasitas industri nasional. Kemitraan dengan perusahaan Eropa diharapkan membuka ruang bagi penguatan produksi bernilai tambah, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok internasional.

Dengan demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan ekonomi tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek investasi dan kerja sama industri yang berjalan. Kesiapan dunia usaha dalam memanfaatkan akses pasar dan membangun kemitraan akan menentukan seberapa besar manfaat IEU-CEPA dapat dirasakan oleh perusahaan maupun tenaga kerja di Indonesia. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *