Resmi Terima SK DPP, Mahdi Kembali Pimpin DPC PPP Kabupaten Probolinggo Periode 2026-2031

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Probolinggo periode 2026-2031 secara resmi mengantongi legitimasi hukum kepengurusan.

Kepastian ini menyusul penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang berlangsung di Kantor DPW PPP Jawa Timur pada Senin (15/6/2026).

Dokumen legalitas tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarko, kepada jajaran pengurus teras DPC PPP Kabupaten Probolinggo.

Melalui SK yang ditandatangani oleh Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono ini, Mahdi kembali dipercaya untuk menakhodai partai berlogo Ka’bah di Kabupaten Probolinggo selama lima tahun ke depan.

Dalam menjalankan roda organisasi, Mahdi didampingi oleh Abdul Manaf sebagai Sekretaris dan Amin Haddar sebagai Bendahara.

Konsolidasi Total dan Penguatan Struktur Akar Rumput

Penyerahan SK ini menjadi momentum krusial sekaligus penanda dimulainya babak baru pergerakan politik PPP di Kabupaten Probolinggo. Pasca-menerima legitimasi resmi, jajaran pengurus menegaskan komitmennya untuk langsung bergerak melakukan penguatan struktur partai, mulai dari tingkat cabang, kecamatan, hingga ke tingkat desa.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Abdul Manaf, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menunda waktu untuk menggerakkan mesin partai. Fokus utama dalam fase awal kepengurusan ini adalah melakukan penataan ulang infrastruktur organisasi secara menyeluruh.

“Insya Allah kita akan tancap gas untuk menguatkan struktur ke bawah, dengan melakukan penataan PAC (Pengurus Anak Cabang) dan kepengurusan ranting,” ujar Abdul Manaf secara tegas seusai menerima SK.

Agenda Taktis: Dari Rapat Harian hingga Musancab

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Mahdi, menegaskan bahwa langkah taktis pertama yang akan diambil adalah menggelar rapat koordinasi bersama pengurus harian DPC. Forum ini diproyeksikan menjadi pintu masuk utama dalam merumuskan agenda strategis organisasi serta peta jalan (roadmap) politik partai untuk lima tahun ke depan.

“Tentunya langkah awal kita akan menggelar rapat bersama pengurus harian DPC. Rapat tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun agenda organisasi secara rigid serta strategi politik PPP lima tahun ke depan,” kata Mahdi.

Secara struktural, Mahdi merinci tiga tahapan konsolidasi organisasi yang akan segera dilaksanakan secara berkesinambungan:

Rapat Koordinasi Pengurus Harian DPC – Sinkronisasi internal pengurus dan penyusunan draf program kerja strategis.

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) – Penataan, penyegaran, dan penguatan kepengurusan di tingkat kecamatan (PAC).

Musyawarah Ranting (Musran) – Reorganisasi total dan soliditas kader di tingkat desa/kelurahan sebagai ujung tombak pergerakan massa.

Dengan langkah konsolidasi yang terukur, taktis, dan cepat ini, DPC PPP Kabupaten Probolinggo optimis mampu memperkokoh basis elektoral partai serta mengamankan target-target politik strategis ke depan. (mis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *