Ronny Bonar Ajak Wartawan Kutim Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan
Menjelang Porwada Kaltim 2026, Ronny Bonar mengajak jurnalis Kutim menjadikan kompetisi olahraga sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan menjaga komunikasi di tengah perbedaan pandangan organisasi.
ADVERTORIAL – Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ronny Bonar, mengajak insan pers menjaga hubungan baik dan memperkuat persatuan meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam organisasi. Pesan tersebut disampaikan menjelang keikutsertaan kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kota Balikpapan.
Ronny menyampaikan ajakan tersebut seusai kegiatan pelepasan kontingen PWI Kutim di Ruang Ulin, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Senin (02/11/2026).
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika organisasi yang tidak seharusnya menghambat komunikasi maupun merenggangkan hubungan antarsesama wartawan.
“Tidak semua harus berjalan mulus. Yang namanya sebuah perbedaan, itulah dinamika sebuah organisasi. Saya berharap itu bukan menjadi hambatan dalam silaturahmi sesama jurnalis, khususnya di Kutai Timur,” katanya.
Ronny menilai kegiatan olahraga antarpers menjadi salah satu sarana membangun komunikasi yang lebih terbuka sekaligus memperkuat hubungan profesional antarwartawan. Melalui Porwada Kaltim 2026, para jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota memiliki kesempatan untuk bertemu, berinteraksi, serta mempererat hubungan di luar aktivitas jurnalistik sehari-hari.
Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan, bukan sekadar mengejar kemenangan dalam pertandingan.
“Yang paling utama adalah bagaimana menjaga silaturahmi antara para rekan-rekan jurnalis yang ada di Kaltim. Karena dengan momen-momen seperti inilah yang bisa menjalin keeratan dan keakraban,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kontingen PWI Kutim dilaporkan menyiapkan 33 atlet untuk mengikuti kompetisi olahraga wartawan tingkat provinsi. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi para wartawan Kutim untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus memperluas jejaring dengan rekan seprofesi dari daerah lain.
Selain mempererat hubungan antarpeserta, Ronny mengingatkan bahwa setiap anggota kontingen membawa nama baik daerah selama mengikuti pertandingan. Karena itu, seluruh atlet diminta menjaga perilaku, menghormati peserta lain, dan mengutamakan etika dalam setiap kegiatan, baik di arena pertandingan maupun di luar kompetisi.
“Karena jurnalis Kutai Timur membawa nama Kabupaten Kutai Timur, tolong juga dijaga attitude, etika dalam pertandingan, dan mengutamakan sportivitas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian Porwada Kaltim 2026.
Menurutnya, pencapaian prestasi merupakan harapan setiap kontingen. Namun, persaudaraan, integritas, dan hubungan baik yang terbangun selama kompetisi memiliki nilai yang tidak kalah penting.
Ronny berharap para atlet PWI Kutim dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat, meningkatkan prestasi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, serta kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan selamat.
Melalui Porwada Kaltim 2026, hubungan antarjurnalis diharapkan semakin solid meskipun memiliki latar belakang dan pandangan yang berbeda. Kebersamaan tersebut juga diharapkan menjadi modal untuk memperkuat komunikasi serta kerja sama profesional insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. []
Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum
