Rosan Nilai Saham BUMN Masih Menarik, Peluang Cuan Jangka Panjang Terbuka
JAKARTA – Peluang imbal hasil jangka menengah hingga panjang dari saham badan usaha milik negara (BUMN) dinilai masih terbuka di tengah tekanan pasar, seiring valuasi sejumlah emiten pelat merah yang dianggap masih berada pada level menarik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut penilaian tersebut didasarkan pada valuasi saham BUMN, khususnya sektor perbankan, yang menurutnya masih berada di bawah kondisi normal. Danantara memandang kondisi ini sebagai peluang investasi jangka panjang, bukan sekadar respons atas fluktuasi pasar jangka pendek.
“Apalagi misalnya kalau kita lihat perbankan dari price to book-nya is below 1% yang di mana kalau keadaan normal itu above 2, above 3%. Jadi definitely there’s a potential upside,” ujar Rosan, saat mendampingi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Rosan, strategi investasi Danantara lebih menitikberatkan pada fundamental perusahaan serta potensi keuntungan berkelanjutan. Sejumlah saham BUMN yang tercatat di pasar modal disebut memiliki prospek yield kompetitif untuk horizon investasi lebih panjang.
“Kalau kita lihat investasi di bursa buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Dan kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di bursa, kalau kita lihat secara satu persatu contohnya Himbara ataupun Mineral itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen,” katanya.
Ia menilai saham BUMN masih menjanjikan dari sisi harga maupun fundamental perusahaan, terutama bagi investor yang membidik pengembalian investasi dalam jangka menengah dan panjang.
“Nah oleh sebab itu kalau kita lihat lagi memang benar baik secara fundamental maupun baik secara pricing dari saham-saham, pertama saham BUMN kita yang ada di bursa itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik. Yang above 10-11 persen,” ujarnya.
Selain menyoroti prospek imbal hasil, Rosan juga mengapresiasi langkah regulator dan pengelola pasar modal dalam memperkuat tata kelola perdagangan saham domestik. Ia menilai upaya tersebut penting untuk memperluas basis pasar dan meningkatkan transparansi.
“Kalau kita lihat lagi dengan, saya mesti kasih apresiasi ke OJK dan bursa dengan beberapa affirmative action-nya dalam rangka terus menyempurnakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih governance, to deepen also our capital market,” katanya, sebagaimana diberitakan Bisnis, Rabu, (20/05/2026).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dinilai berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan pasar. Jika penguatan tata kelola terus berjalan, saham BUMN berpotensi tetap menjadi pilihan investasi jangka panjang bagi pelaku pasar. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
