Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.646 per Dolar AS pada Senin
JAKARTA – Rupiah menjadi bagian dari mayoritas mata uang Asia yang bergerak melemah pada awal perdagangan Senin (07/09/2026). Di pasar spot, rupiah dibuka pada level Rp17.646 per dolar Amerika Serikat (AS), turun tipis 0,02% dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat (04/09/2026) sebesar Rp17.642 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tersebut menunjukkan tekanan yang relatif terbatas dibandingkan sejumlah mata uang regional lainnya. Pada awal perdagangan, peso Filipina justru mencatat pelemahan paling dalam di kawasan Asia dengan penurunan 0,15%.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah mata uang negara Asia Tenggara. Dolar Singapura dan baht Thailand masing-masing melemah 0,06%, sedangkan ringgit Malaysia terkontraksi 0,05%.
Sementara itu, yuan China turun 0,03%. Dolar Hong Kong juga tercatat bergerak melemah tipis pada awal perdagangan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan terhadap mata uang Asia tidak hanya terjadi pada rupiah. Mayoritas mata uang regional bergerak di zona merah terhadap dolar AS pada awal perdagangan Senin.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah mata uang Asia justru mampu bergerak menguat. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah naik 0,21%.
Penguatan berikutnya dicatat yen Jepang yang terkerek 0,14%. Sementara dolar Taiwan menguat 0,11% terhadap dolar AS.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan respons yang beragam di pasar valuta asing Asia pada awal pekan. Investor mencermati arah perdagangan mata uang regional dengan memperhatikan dinamika dolar AS serta kondisi ekonomi dan pasar keuangan masing-masing negara.
Bagi pelaku pasar domestik, posisi rupiah menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena perubahan nilai tukar terhadap dolar AS dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi. Pergerakan kurs antara lain berkaitan dengan biaya impor, pembayaran kewajiban dalam valuta asing, hingga aktivitas perdagangan internasional.
Rupiah sendiri hanya mengalami perubahan tipis sebesar 0,02% pada awal perdagangan. Dengan demikian, pelemahan rupiah masih relatif terbatas dibandingkan penurunan yang dialami peso Filipina sebesar 0,15%.
Data pergerakan mata uang tersebut menjadi gambaran awal perdagangan valuta asing Asia pada Senin. Pergerakan sepanjang sesi perdagangan selanjutnya masih dapat berubah mengikuti perkembangan sentimen pasar dan transaksi pelaku pasar.
Informasi mengenai pergerakan rupiah dan mata uang Asia tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (07/09/2026). Perubahan kurs selanjutnya tetap perlu dicermati karena posisi mata uang dapat bergerak dinamis sepanjang perdagangan. []
Redaksi01
