SRC Perkuat UMKM Lewat Program Kesehatan dan Digitalisasi

JAKARTA – Sampoerna Retail Community (SRC) memperluas program pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi sekitar 500 pemilik toko kelontong di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya SRC menjaga produktivitas pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin dinamis.

Kegiatan yang digelar pekan lalu itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Uus Kuswanto, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Indah Kurnia, Kepala Dinas Kesehatan DKJ, Ani Ruspitawati, serta Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto.

“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian SRC kepada masyarakat melalui kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan bisa terus berlanjut menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Uus, sebagaimana dilansir Rakyat Merdeka, Kamis (28/05/2026).

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, menilai kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas dan kualitas hidup, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang menjadi penggerak ekonomi nasional.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai keputusan yang sangat bijak. Semoga semuanya sehat dan bahagia serta dapat terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.

Indah juga menyoroti kontribusi perempuan dalam ekosistem toko kelontong SRC. Menurutnya, para ibu pemilik usaha memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

“Kontribusi para ibu sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, ibu-ibu pemilik toko kelontong SRC harus tetap sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi, menyebut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 SRC menjadi momentum memperkuat komitmen pemberdayaan UMKM di Indonesia.

“Selama 18 tahun, SRC menunjukkan bahwa dampak berkelanjutan lahir dari inisiatif yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Ivan.

Menurut Ivan, SRC yang dimulai dari 57 toko pada 2008 kini berkembang menjadi lebih dari 250 ribu toko di seluruh Indonesia dengan dukungan lebih dari 6.300 mitra dan 10 ribu paguyuban.

SRC juga terus memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pelatihan bisnis, pengelolaan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital lewat ekosistem AYO by SRC agar UMKM mampu beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.

Berdasarkan riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026, total omzet ekosistem SRC mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional 2025. Nilai tersebut meningkat Rp15 triliun dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar Rp236 triliun.

Selain itu, sebanyak 98,8 persen toko SRC telah terdigitalisasi dan 46 persen toko berhasil memperluas lini usaha melalui layanan produk digital hingga pembayaran elektronik.

Di tingkat komunitas, SRC juga menjadi saluran distribusi produk UMKM lokal melalui program Pojok Lokal yang mencatat pertumbuhan omzet dari Rp5,65 triliun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun pada 2026.

“Ke depan, SRC akan terus memperluas dampak pemberdayaan UMKM agar semakin tangguh dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. []

Penulis: Boy Sakti Hapsoro | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *