Telkom Perkuat UMKM Perempuan Lewat Digitalisasi dan Sertifikasi
JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat strategi digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan melalui penyelenggaraan Kartini BISA Fest yang menggabungkan pelatihan teknologi, sertifikasi, hingga penguatan branding produk untuk meningkatkan daya saing di pasar nasional dan global.
Kegiatan yang digelar di Telkom Hub, Jakarta Selatan, pada 20–24 April 2026 ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini sekaligus upaya perusahaan membangun ekosistem usaha berbasis teknologi yang inklusif. Fokus utama program diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM perempuan agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital.
Direktur Utama (Dirut) Telkom Dian Siswarini menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam memperluas dampak ekonomi pelaku usaha.
“Penting bagi kita untuk terus belajar, mengenal, dan memanfaatkan teknologi guna memberikan dampak yang lebih luas,” kata Dian dalam siaran pers yang diterima Kompas, Kamis (30/04/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (30/04/2026).
Dalam implementasinya, Telkom menghadirkan berbagai program terintegrasi, mulai dari pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), seminar cybersecurity yang diikuti lebih dari 350 peserta, hingga bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi, pemasaran digital, serta perlindungan data usaha.
Selain peningkatan kapasitas, Telkom juga memberikan dukungan konkret berupa fasilitasi sertifikasi halal bagi 2.250 UMKM perempuan secara gratis serta bantuan 500.000 cetak kemasan melalui program Packfest. Langkah ini bertujuan memperkuat aspek legalitas dan branding agar produk mampu bersaing di pasar modern.
Program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang berkelanjutan. Dari total lebih dari 112.000 UMKM binaan, sebanyak 73.152 di antaranya merupakan pelaku usaha perempuan yang aktif mengikuti pembinaan berbasis digital.
Dukungan juga diberikan kepada UMKM disabilitas sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses yang setara dalam ekosistem digital. Pendekatan ini menempatkan inklusivitas sebagai fondasi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Secara nasional, peran perempuan dalam sektor UMKM dinilai strategis. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mencatat sekitar 64,5 persen atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, tantangan masih muncul pada aspek legalitas, di mana data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menunjukkan baru sekitar 35 persen UMKM memiliki sertifikasi halal.
“Melalui digitalisasi dan standardisasi, kami berharap, pelaku UMKM binaan tidak hanya tumbuh secara mandiri, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” kata Dian.
Melalui Kartini BISA Fest, Telkom menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital UMKM perempuan yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu memperkuat struktur ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
