Transaksi BI-FAST BCA Tembus 1,268 Miliar, Nilainya Rp3.536 Triliun
JAKARTA – Aktivitas transaksi digital PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui BI-FAST terus meningkat. Sepanjang semester I 2026, transaksi yang diproses melalui sistem BCA mencapai sekitar 1,268 miliar transaksi dengan nilai total Rp3.536 triliun.
Tingginya penggunaan layanan transfer tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan fee dan komisi BCA. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan peningkatan transaksi BI-FAST menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja pendapatan perseroan pada paruh pertama 2026.
“Transaksi BI-FAST yang diproses melalui sistem BCA turut berkontribusi secara positif terhadap pendapatan fee dan komisi perseroan pada semester I 2026,” ujar Hera kepada Kontan, sebagaimana dilansir Kontan, Selasa (18/08/2026).
Meski demikian, BCA belum mengungkapkan secara khusus besaran pendapatan yang berasal dari transaksi BI-FAST. Secara keseluruhan, pendapatan fee dan komisi BCA pada semester I 2026 tumbuh 11,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp11 triliun.
Pertumbuhan transaksi BI-FAST tidak terlepas dari penguatan infrastruktur dan pengembangan fitur yang dilakukan BCA. Layanan tersebut antara lain mencakup bulk credit, yaitu fasilitas transfer secara kolektif, serta direct debit yang memungkinkan proses penagihan dilakukan secara otomatis.
Pengembangan berbagai fitur tersebut menjadi bagian dari upaya BCA memperluas pemanfaatan BI-FAST di berbagai kanal layanan. Perseroan memperkirakan volume transaksi melalui sistem tersebut masih memiliki ruang untuk tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembayaran digital.
Selain mengejar peningkatan volume transaksi, BCA juga menempatkan keandalan dan keamanan sistem sebagai bagian penting dalam pengembangan layanan digital. Modernisasi teknologi informasi terus dilakukan untuk memastikan aktivitas transaksi nasabah dapat berlangsung secara aman dan lancar.
Hera mengatakan penguatan infrastruktur digital akan terus dilakukan untuk menopang perkembangan ekosistem finansial BCA.
“BCA senantiasa berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem finansial, melakukan penyempurnaan, dan terus memodernisasi infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki,” kata Hera.
Penguatan teknologi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman nasabah sekaligus menjaga kemampuan sistem dalam menangani pertumbuhan transaksi digital. Dengan semakin banyaknya kanal pembayaran yang terintegrasi, kebutuhan terhadap infrastruktur perbankan yang stabil menjadi semakin besar.
BCA melihat perubahan perilaku nasabah menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong pertumbuhan transaksi digital ke depan. Masyarakat semakin membutuhkan layanan pembayaran yang cepat, praktis, dan efisien, sehingga penggunaan sistem pembayaran berbasis digital diperkirakan terus berkembang.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi BCA untuk meningkatkan pemanfaatan BI-FAST sekaligus memperkuat ekosistem transaksi digital. Perseroan akan melanjutkan pengembangan layanan dan infrastruktur teknologi agar pertumbuhan volume transaksi dapat diimbangi dengan kualitas, keamanan, dan keandalan layanan. []
Redaksi01
