Tren Positif IHSG Berlanjut, BNI Sekuritas Rilis Rekomendasi Saham

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (14/04/2026), meskipun investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jika level psikologis tertentu gagal ditembus.

Penguatan ini didorong oleh sentimen positif pada perdagangan sebelumnya, di mana IHSG ditutup naik 0,56 persen ke level 7.500, disertai aksi beli bersih (net buy) investor asing sekitar Rp626 miliar. Sejumlah saham seperti PTRO, CUAN, EMAS, ASII, dan BRPT tercatat menjadi incaran utama pelaku pasar global.

Analis Ritel BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level 7.600. “Namun, perlu diwaspadai jika IHSG gagal break di level 7.600, maka akan mengalami koreksi terlebih dahulu,” ujarnya sebagaimana dilansir Momsmoney, Selasa (14/04/2026).

Secara teknikal, ia menjelaskan bahwa pergerakan IHSG saat ini berada dalam rentang penting dengan level support di kisaran 7.400–7.450 dan resistance terdekat pada area 7.560–7.600. Kondisi ini menunjukkan ruang kenaikan masih terbuka, tetapi rentan terhadap aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek.

Di tengah dinamika tersebut, BNI Sekuritas turut merilis sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. Saham NCKL direkomendasikan speculative buy pada kisaran harga 1.090–1.100 dengan target 1.130–1.175 dan batas risiko (cut loss) di bawah 1.080.

Selanjutnya, saham INET disarankan buy on weakness pada rentang 300–306 dengan target 312–316 dan cut loss di bawah 296. Untuk saham MBMA, rekomendasi speculative buy diberikan pada area 700–720 dengan target 760–780 serta cut loss di bawah 690.

Selain itu, saham BUVA juga masuk dalam daftar speculative buy pada kisaran 1.190–1.200 dengan target 1.225–1.285 dan cut loss di bawah 1.175. Saham BUMI direkomendasikan pada area 242–244 dengan target 252–254 dan cut loss di bawah 240, sementara TPIA berada pada kisaran beli 6.375–6.475 dengan target 6.600–6.750 dan cut loss di bawah 6.325.

Pelaku pasar diimbau untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko dengan memperhatikan level teknikal utama serta mengantisipasi potensi volatilitas yang dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah tren penguatan pasar. []

Penulis: Shintia Rahma Islamiati | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *