UMKM Semarang Didorong Kuasai Teknologi untuk Tembus Pasar Global
SEMARANG – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong tidak hanya mengandalkan kualitas produk untuk memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Penguasaan teknologi dinilai menjadi salah satu bekal penting agar UMKM mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar global.
Dorongan tersebut disampaikan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Semarang melalui Webinar Nasional bertema “Saatnya UMKM Menembus Pasar Global” yang digelar dalam rangka menyambut RRI Fest 2026, Kamis (03/09/2026). Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan menyasar pelaku UMKM, masyarakat umum, pelajar, serta mahasiswa.
Koordinator Pelaksana Webinar RRI Semarang, Nunung Widiya Ayu, mengatakan perkembangan teknologi membuat pelaku usaha perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar tidak tertinggal dalam persaingan. Menurut dia, transformasi digital dapat membuka peluang baru bagi UMKM untuk memasarkan produk tanpa terbatas pada wilayah tertentu.
“Webinar Nasional ini memberikan edukasi dan motivasi bagi pelaku UMKM. Sehingga mereka punya pembekalan yang cukup untuk menembus pasar global,” ucapnya, sebagaimana dilansir RRI, Rabu, (02/09/2026).
Menurut Nunung, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pemasaran melalui berbagai platform digital. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai cara menjadi penjual di platform digital serta strategi membuat konten dengan memanfaatkan teknologi AI.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi penting karena perubahan perilaku konsumen membuat kanal digital semakin berperan dalam proses pemasaran. Bagi UMKM, kemampuan menghadirkan produk secara menarik di ruang digital dapat menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar daerah.
Webinar tersebut menghadirkan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) sekaligus Wakil Ketua Majelis Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPP GEKRAFS), Helvi Y. Moraza. Selain itu, materi juga disampaikan Kepala Teknologi (CTO) Hyppe Indonesia Yudhistira Dewanata, Kepala Eksekutif sekaligus Pendiri Bersama (CEO & Co-Founder) ProPS Ilona Juwita, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) GEKRAFS sekaligus Kepala Eksekutif Scarf Media (CEO) Temi Sumarlin.
Kehadiran sejumlah praktisi tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi dan penerapannya dalam kegiatan bisnis. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai peluang pasar digital, tetapi juga dapat melihat bagaimana teknologi diterapkan dalam proses promosi dan pengembangan usaha.
Salah satu calon peserta, Ima, menilai edukasi semacam itu dibutuhkan karena tidak seluruh pelaku UMKM memiliki akses yang sama terhadap informasi mengenai perkembangan teknologi. Menurut dia, RRI memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebutuhan informasi tersebut karena jangkauan penyiarannya dapat menyentuh masyarakat di berbagai daerah.
“Ini penting sekali dan bentuk tanggung jawab RRI. Lewat acara ini, teman-teman UMKM di Semarang dan Jawa Tengah bisa dapat ilmu baru yang mungkin sulit diakses di luar sana, sehingga tidak berhenti di webinar saja, tapi ada perhatian lebih lanjut,” katanya.
Meski teknologi dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar, Ima mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap perlu ditempatkan sebagai alat bantu. Kreativitas, pemikiran, serta sentuhan manusia, menurut dia, tetap diperlukan agar produk dan strategi bisnis memiliki karakter yang membedakannya dari pelaku usaha lain.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan perangkat atau aplikasi baru. Kemampuan menggabungkan teknologi dengan kreativitas manusia menjadi bagian penting agar pemanfaatan AI benar-benar memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan semakin siap memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan penjualan, memperkuat daya saing, serta membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas. Penguasaan teknologi sekaligus kreativitas manusia menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk mengubah pasar digital dari sekadar kanal promosi menjadi ruang pertumbuhan bisnis. []
Redaksi01
