Tak Penuhi Permintaan Uang, Ponsel Pekerja Gudang Dirampas

JAKARTA – Aksi kejahatan kembali menimpa pekerja sektor informal yang beraktivitas pada jam-jam rawan. Seorang pekerja gudang sayur di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi korban perampasan ponsel oleh orang tidak dikenal (OTK) saat berada di lokasi kerjanya pada dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah gudang penyimpanan sayur di kawasan Perumahan Bumi Pertiwi. Korban diketahui tengah beristirahat ketika dua orang pelaku mendatanginya dan melakukan pemaksaan yang berujung pada perampasan barang pribadi.

“Telah terjadi perampasan HP (handphone) di gudang sayur Perumahan Bumi Pertiwi,” kata Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman kepada wartawan, Senin (12/01/2026).

Kejadian berlangsung sekitar pukul 03.40 WIB. Saat itu, korban berinisial RA tengah bersantai di area gudang setelah menjalani aktivitas kerja. Situasi sekitar relatif sepi, mengingat aktivitas gudang pada jam tersebut sudah mulai berkurang.

Menurut keterangan kepolisian, dua orang pelaku tiba-tiba menghampiri korban dan langsung meminta uang tunai sebesar Rp 50 ribu.

“Pada saat korban yang rebahan kemudian datang dua orang minta uang Rp 50 ribu,” tuturnya.

Korban yang tidak memiliki uang sesuai permintaan pelaku hanya mampu memberikan Rp 20 ribu. Namun, jumlah tersebut ditolak oleh pelaku. Salah satu dari mereka kemudian mengambil ponsel korban yang saat itu sedang diisi daya.

“Pelaku mengambil HP yang sedang di-charge, setelah selesai mengambil pelaku kabur,” beber Wagiman.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kronologi singkat kejadian tersebut. Dalam video itu, tampak dua orang pelaku berada di luar area gudang. Salah satu pelaku kemudian masuk dan mendekati korban secara langsung.

Pelaku yang masuk ke area gudang diduga membawa benda yang disebut sebagai senjata tajam. Keberadaan benda tersebut membuat korban tidak berani melakukan perlawanan. Dalam kondisi tertekan dan merasa terancam, korban akhirnya menyerahkan ponsel miliknya.

Tidak ada laporan korban mengalami luka fisik dalam kejadian ini. Namun, peristiwa tersebut menimbulkan trauma psikologis dan rasa tidak aman, terutama bagi para pekerja yang kerap beraktivitas pada jam malam hingga dini hari.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminal yang menyasar pekerja di lokasi sepi dan minim pengawasan. Gudang penyimpanan, khususnya yang beroperasi pada malam hari, kerap menjadi sasaran karena dianggap memiliki tingkat pengamanan yang rendah.

Pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Upaya pengumpulan keterangan saksi serta penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi menjadi bagian dari langkah awal pengusutan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya peningkatan keamanan lingkungan kerja, terutama di kawasan industri kecil dan pergudangan. Selain penguatan patroli keamanan, kesadaran kolektif masyarakat sekitar juga dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *