Ketegangan Timur Tengah, Kedutaan Australia Ditutup
CANBERRA – Pemerintah Australia memutuskan menutup sementara sejumlah kantor perwakilan diplomatiknya di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus memanas dan menimbulkan ancaman keamanan di beberapa kota yang menjadi lokasi misi diplomatik Australia.
Penutupan sementara tersebut diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, dalam pernyataan yang disampaikan kepada parlemen Australia. Ia menyebutkan bahwa beberapa kedutaan dan konsulat Australia terpaksa menghentikan operasionalnya karena situasi keamanan yang semakin tidak menentu akibat serangan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurut Wong, pemerintah Australia telah menutup sementara Kedutaan Besar Australia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta Kedutaan Besar Australia di Tel Aviv, Israel. Selain itu, Konsulat Australia yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab, juga turut ditutup sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan bagi para diplomat dan staf yang bertugas.
Penutupan tersebut dilakukan setelah sejumlah kota yang menjadi lokasi perwakilan diplomatik Australia dilaporkan mengalami serangan rudal dan drone. Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan personel diplomatik serta warga sipil yang berada di wilayah tersebut.
Wong mengungkapkan bahwa setidaknya sembilan kota yang menjadi tempat berdirinya kedutaan dan konsulat Australia telah mengalami serangan dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi telah meluas dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Serangan balasan Iran terus berlanjut dalam skala dan kedalaman yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata Wong kepada parlemen Australia.
Ia juga memperingatkan bahwa konflik yang tengah berlangsung kemungkinan besar masih akan terus meningkat dalam waktu dekat. Menurutnya, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi memburuk.
Konflik tersebut, sebut Wong, “kemungkinan akan meningkat dan berlanjut dalam waktu dekat”.
Lebih lanjut, Wong menjelaskan bahwa dalam kurun waktu sekitar satu minggu terakhir, pemerintah Australia terpaksa menghentikan operasional beberapa misi diplomatiknya karena meningkatnya ancaman serangan di wilayah tersebut.
“Misi (diplomatik) kita di Abu Dhabi, Dubai, dan Tel Aviv semuanya harus ditutup secara fisik dalam seminggu terakhir,” ucapnya.
Selain menutup perwakilan diplomatik, pemerintah Australia juga mengambil langkah perlindungan tambahan bagi para diplomat dan keluarga mereka. Canberra telah menginstruksikan anggota keluarga pejabat diplomatik yang bertugas di Uni Emirat Arab dan Israel untuk meninggalkan wilayah tersebut guna menghindari potensi risiko keselamatan.
Wong menilai bahwa serangan yang dilakukan Iran dalam konflik tersebut tidak hanya meningkatkan ketegangan regional, tetapi juga berpotensi membahayakan warga sipil dari berbagai negara, termasuk warga negara Australia yang berada di kawasan Timur Tengah.
“Serangan berbahaya dan destabilisasi oleh Iran membahayakan nyawa warga sipil, termasuk nyawa warga Australia, dan kita terus mendukung warga Australia yang terdampak seiring dengan dimulainya kembali penerbangan komersial terbatas dan perluasan upaya konsuler,” ujar Wong.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menargetkan sejumlah lokasi di Israel serta beberapa negara Teluk yang diketahui menjadi tempat keberadaan aset militer Amerika Serikat.
Situasi konflik ini turut berdampak pada mobilitas warga negara Australia yang berada di kawasan tersebut. Pemerintah Australia mencatat bahwa lebih dari 3.200 warganya telah berhasil dipulangkan dari Timur Tengah menggunakan 23 penerbangan komersial.
Sebelum konflik meningkat, tercatat sekitar 115.000 warga negara Australia berada di kawasan Timur Tengah untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga perjalanan wisata.
Pemerintah Australia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keselamatan warganya dan para diplomat yang bertugas di luar negeri. []
Siti Sholehah.
