Operasi Pasar Digencarkan, Harga Beras Tetap Stabil

JAKARTA – Pemerintah memastikan stabilitas harga beras nasional tetap terjaga hingga Kamis (30/04/2026), ditopang cadangan stok yang melimpah serta peningkatan produksi padi, sehingga risiko lonjakan harga pangan pokok dapat ditekan di tengah dinamika pasar.

Berdasarkan pemantauan harga di pasar tradisional berbagai wilayah Indonesia, beras medium diperdagangkan pada kisaran Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga relatif rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stabilitas harga tersebut tidak lepas dari kuatnya cadangan beras pemerintah yang dikelola Perusahaan Umum (Perum) Bulog, yang kini mencapai sekitar 3,8 juta ton. Volume ini menjadi bantalan utama pemerintah dalam melakukan intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga secara tiba-tiba.

Selain faktor stok, peningkatan produksi juga menjadi penopang utama. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi beras nasional sepanjang 2025 melampaui 34 juta ton, dan tren tersebut berlanjut hingga April 2026 seiring panen raya di sejumlah daerah sentra seperti Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala Bapanas menekankan pentingnya menjaga distribusi agar pasokan yang melimpah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dengan harga terjangkau. “Stok beras kita saat ini sangat melimpah, sehingga harga beras di tingkat pasar harus tetap stabil dan sebisa mungkin turun mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku,” kata perwakilan Bapanas, sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, Kamis (30/04/2026).

Di tingkat pasar, variasi harga masih ditemukan antarwilayah akibat perbedaan biaya distribusi. Namun secara umum, harga tetap berada dalam koridor yang telah ditetapkan pemerintah. Di daerah sentra produksi, harga cenderung lebih rendah, sementara di wilayah kepulauan sedikit lebih tinggi namun masih dalam batas wajar.

Pemerintah juga menggencarkan program stabilisasi melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), operasi pasar, serta pengawasan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Langkah ini mencakup distribusi beras ke pasar tradisional dan ritel modern, pengawasan distributor, hingga penyaluran bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Di sisi lain, sejumlah komoditas lain seperti cabai justru mengalami kenaikan harga di beberapa daerah, meskipun tidak berdampak langsung pada stabilitas harga beras. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika antar komoditas dalam struktur inflasi pangan nasional.

Dengan cadangan tambahan sekitar 1,7 juta ton yang masih disiagakan di gudang regional, pemerintah optimistis stabilitas harga beras dapat dipertahankan hingga semester kedua 2026, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi pangan. []

Penulis: Dimas Nugroho | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *