IHSG Berpotensi Tembus 7.418, Saham Pilihan Analis Jadi Sorotan
JAKARTA – Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka pada perdagangan Jumat (08/05/2026) setelah indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu ditutup melonjak 1,15 persen ke level 7.174 pada sesi sebelumnya. Sentimen positif dari pasar global dan meredanya ketegangan geopolitik dinilai menjadi pendorong utama laju indeks.
Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak menuju area 7.212 hingga 7.418. Meski demikian, pasar tetap diwarnai tekanan jual sehingga investor diminta mencermati risiko koreksi jangka pendek.
“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6,645-6,838 dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7,212-7,418,” kata analis.
Penguatan IHSG terjadi seiring membaiknya sentimen global setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali mencatat rekor penutupan tertinggi. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya harapan pasar terhadap meredanya tensi di Timur Tengah setelah muncul proposal baru dari AS kepada Iran untuk mengakhiri konflik.
Analis menilai pergerakan IHSG saat ini berada dalam fase lanjutan penguatan teknikal. Level penopang (support) indeks berada di area 7.031 dan 6.838, sedangkan level penahan kenaikan (resistance) diperkirakan berada pada posisi 7.240 dan 7.323.
Selain mencermati arah IHSG, pelaku pasar juga disarankan memperhatikan sejumlah saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik dalam jangka pendek.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan trading buy setelah sahamnya menguat 5,51 persen ke level 7.175 disertai peningkatan volume pembelian. Saham tersebut diproyeksikan bergerak menuju target harga 7.275 hingga 7.400 dengan batas stop loss di bawah 7.050.
Sementara itu, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) direkomendasikan buy on weakness. Saham NCKL naik 4,25 persen ke level 1.105 dan diperkirakan masih berada pada fase awal penguatan dengan target harga 1.120 hingga 1.190.
Rekomendasi serupa juga diberikan kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Saham PGAS tercatat naik 1,58 persen ke level 1.925 dengan dominasi volume pembelian yang meningkat. Target harga saham tersebut diperkirakan berada di kisaran 1.970 hingga 2.070.
Berbeda dengan saham lainnya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) justru direkomendasikan sell on strength setelah terkoreksi 1,90 persen ke level 206 akibat tekanan jual yang masih dominan. Analis memproyeksikan saham BNBR masih berpotensi melemah menuju area 158 hingga 174.
Prospek penguatan IHSG dan rekomendasi saham tersebut menjadi perhatian investor di tengah dinamika pasar global dan pergerakan dana asing di pasar modal domestik, sebagaimana diberitakan IDX Channel, Kamis, (08/05/2026). []
Penulis: Belinda Safitri | Penyunting: Redaksi01
