Hunian Vertikal Dinilai Jadi Solusi Tempat Tinggal Ideal bagi Gen Z
KABUPATEN TANGERANG – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan dinilai semakin memperkuat kebutuhan pembangunan hunian vertikal yang terjangkau bagi Generasi Z (Gen Z). Selain menjadi solusi atas mahalnya harga lahan, apartemen maupun rumah susun berukuran studio dinilai lebih sesuai dengan gaya hidup generasi muda yang mengutamakan akses cepat menuju pusat aktivitas, tempat kerja, serta fasilitas perkotaan, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (11/07/2026).
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Architect WOW, Ikhlas Miftah, mengatakan tren tersebut muncul karena sebagian besar Gen Z mengalami kesulitan memiliki rumah tapak di kawasan perkotaan. Kondisi itu membuat hunian vertikal menjadi alternatif yang lebih realistis dan terjangkau.
“Memang biasanya apartemen. Apartemen di mana sobat-sobat Gen Z kesulitan dalam mempunyai properti yang nyaman, yang terjangkau. Apalagi memang Gen Z senang dengan pusat kota. Ada kafe, resto, tempat-tempat hangout,” ujar Ikhlas Miftah di Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (11/07/2026).
Menurutnya, rumah tapak umumnya berada di wilayah pinggiran kota sehingga kurang diminati kalangan Gen Z yang menginginkan mobilitas tinggi dan akses mudah menuju berbagai fasilitas publik. Karena itu, pembangunan apartemen atau rumah susun dengan tipe studio di sekitar pusat kota dinilai menjadi solusi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut.
“Ini akan sangat menguntungkan karena dengan kemampuan mereka yang terbatas masih sangat cukup mampu untuk mereka bisa membayar cicilan tiap bulannya,” kata Ikhlas Miftah.
Ia menambahkan, hunian vertikal yang berada di dekat kawasan bisnis maupun perkantoran juga dapat memangkas waktu perjalanan menuju tempat kerja. Selain itu, karakter Gen Z dinilai lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan dibandingkan luas bangunan.
“Mereka lebih senang seperti itu. Apalagi mereka tidak memikirkan hunian harus luas. Mereka kadang satu kamar, ada colokan, ada TV, ada platform streaming bagi mereka malah sudah senang. Ada layanan ojek online dan pemesanan makanan online, mereka lebih senang hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Di sisi lain, kebijakan pembangunan hunian vertikal juga sejalan dengan arah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sebelumnya menyampaikan bahwa penyediaan rumah di wilayah perkotaan akan difokuskan melalui pembangunan hunian vertikal karena keterbatasan lahan yang tersedia.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan lahan dapat lebih efisien sehingga pembangunan perumahan tidak terus memperluas pemanfaatan tanah di kawasan perkotaan. Dengan konsep tersebut, kebutuhan tempat tinggal masyarakat diharapkan tetap dapat terpenuhi tanpa mengorbankan ketersediaan lahan untuk kepentingan lain. []
Redaksi01
