Bulog Siapkan SPHP Premium untuk Redam Lonjakan Harga Beras
JAKARTA – Pemerintah melalui Perusahaan Umum (Perum) Bulog tengah menyiapkan skema baru operasi pasar dengan menghadirkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kategori premium. Langkah ini diusulkan sebagai respons atas kenaikan harga beras premium di sejumlah daerah agar intervensi pasar lebih tepat sasaran sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Hal itu disampaikan sebagaimana diwartakan Antara, Sabtu (11/07/2025).
“Kami menyarankan ke Pak Menteri Pertanian maupun Pak Menko Pangan untuk menentukan kebijakan berikutnya, untuk kenaikan harga beras premium ini kami juga adakan beras SPHP premium yang bernama Beras Kita,” kata Rizal saat dikonfirmasi mengenai harga beras premium yang mencapai Rp16.000 per kilogram, usai fun match minisoccer di Jakarta, Sabtu (11/07/2025).
Menurut Rizal, konsep tersebut akan melengkapi program SPHP yang selama ini hanya menyediakan beras kategori medium. Dengan demikian, pemerintah memiliki instrumen tambahan untuk mengendalikan harga pada segmen premium yang belakangan mengalami kenaikan.
“Jadi bukan hanya beras SPHP medium tapi kami juga coba munculkan beras SPHP premium yang bernama Beras Kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operasi pasar menggunakan beras medium dinilai belum optimal ketika lonjakan harga terjadi pada beras premium. Karena itu, Bulog menyusun skema distribusi beras SPHP premium agar intervensi pemerintah dapat menyasar komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Bulog juga masih menunggu keputusan pemerintah terkait harga jual beras SPHP premium. Penetapan harga akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram serta biaya produksi agar kepentingan konsumen dan pelaku usaha tetap seimbang.
Selain harga, volume penyaluran beras SPHP premium juga belum ditetapkan. Bulog memilih menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi pasar sehingga penyaluran lebih efektif.
Rizal menambahkan, arahan Menteri Pertanian mengenai penyediaan 2 juta ton beras komersial turut menjadi bagian dari pembahasan dalam penyusunan skema tersebut. Menurutnya, komposisi distribusi antara beras SPHP medium dan premium akan disesuaikan dengan hasil evaluasi kebutuhan masyarakat, seiring meningkatnya minat konsumen, khususnya di kawasan perkotaan, terhadap beras premium. []
Redaksi01
