Damri KTT-Tanjung Selor Berangkat Pukul 10.00 WITA, Ini Tarifnya

TANA TIDUNG – Layanan bus Perusahaan Umum (Perum) Damri rute Kabupaten Tana Tidung (KTT)-Tanjung Selor menjadi salah satu pilihan transportasi darat bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pada Rabu (12/08/2026), bus tersebut dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WITA dari titik keberangkatan di Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.

Layanan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah di KTT dan Kabupaten Bulungan, termasuk Sesayap, Panca Agung, Pimping, hingga Sekatak Buji. Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Terminal keberangkatan berada di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, KTT, tepat di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) KTT. Dari lokasi itu, masyarakat dapat menggunakan layanan Damri untuk menuju Tanjung Selor maupun turun di sejumlah titik yang dilalui armada.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Plt Kadishub) KTT Arief Prasetiawan mengatakan bus yang melayani rute Tanjung Selor memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan armada yang digunakan untuk rute Malinau. Hal tersebut memungkinkan lebih banyak masyarakat menggunakan layanan tersebut dalam satu perjalanan, sebagaimana diberitakan TribunKaltara, Rabu (12/08/2026).

“Kapasitas bus Damri yang tujuan Tanjung Selor lumayan banyak. Itu bisa sampai 45 penumpang, termasuk sopir, karena memang armada yangg digunakan itu yang besar. Kalau ke Malinau kan pakai yang kecil,” ujar Arief.

Dengan kapasitas hingga 45 orang termasuk pengemudi, layanan tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang bepergian untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan aktivitas ekonomi di Tanjung Selor dan wilayah yang berada di sepanjang jalur perjalanan.

Tarif perjalanan ditetapkan berdasarkan titik keberangkatan dan tujuan. Penumpang dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor dikenakan tarif Rp85.000, sedangkan perjalanan dari Sesayap ke Tanjung Selor juga sebesar Rp85.000.

Untuk perjalanan dari Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping, tarif yang berlaku Rp80.000. Sementara itu, penumpang dari Sekatak Buji menuju Tanjung Selor membayar Rp85.000 dan dari Panca Agung menuju Tanjung Selor sebesar Rp60.000.

Adapun perjalanan dari Tideng Pale menuju Sekatak Buji dikenakan tarif Rp50.000. Perbedaan tarif tersebut menyesuaikan jarak perjalanan dan titik naik-turun penumpang di sepanjang rute.

Tanjung Selor sendiri merupakan ibu kota Kaltara sekaligus pusat pemerintahan Provinsi Kaltara. Sementara itu, Pimping berada di Kecamatan Tanjung Palas Utara dan Sekatak Buji merupakan wilayah Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Keberadaan rute tersebut memberikan konektivitas darat bagi masyarakat KTT yang hendak menuju pusat pemerintahan provinsi tanpa harus menggunakan moda transportasi lain. Selain mengangkut penumpang dari KTT, armada juga melayani masyarakat di sejumlah kawasan yang berada di jalur menuju Tanjung Selor.

Masyarakat yang hendak menggunakan layanan tersebut diimbau datang lebih awal ke titik keberangkatan. Langkah itu diperlukan untuk mengantisipasi keterlambatan sekaligus memastikan ketersediaan tempat duduk, terutama karena perjalanan hanya dijadwalkan pada pagi hingga menjelang siang.

Dengan jadwal keberangkatan pukul 10.00 WITA dan waktu tempuh sekitar empat jam, layanan Damri KTT-Tanjung Selor diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi antardaerah di Kaltara. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *